Pengangguran di China Membludak, Muncul Tren Sewa Kantor buat Pura-pura Kerja
13/07/2025 16:31
Meningkatnya jumlah pengangguran di China menimbulkan berbagai fenomena ekonomi sosial baru, misalkan saja usaha sewa kantor untuk pengangguran yang ingin pura-pura kerja. Melalui layanan itu para pengangguran dapat menyembunyikan fakta bahwa mereka tidak memiliki pekerjaan dari keluarga.
Melansir SCMP, Minggu (13/7/2025), tingkat pengangguran perkotaan untuk pemuda berusia 16 hingga 24 tahun di China sudah mencapai 15,8%. Artinya satu dari enam orang muda menganggur, yang membuat banyak orang akhirnya putus asa dan memilih untuk pura-pura sukses dengan bekerja di kantor fiktif.
Kondisi inilah yang kemudian membuat banyak layanan sewa kantor untuk pura-pura kerja bermunculan. Misalkan saja di provinsi Hubei, terdapat layanan sewa kantor yang mencakup ruang kantor dan makan siang seharga 30 yuan atau Rp 67.890 (kurs Rp 2.263/yuan) per hari.
"Dengan 29,9 yuan per hari, Anda dapat 'bekerja' di sini dari pukul 10 pagi hingga 5 sore, termasuk makan siang," tulis salah satu penyedia layanan di media sosial.
Pengguna internet anonim lainnya mempromosikan layanan serupa, mengenakan biaya 50 yuan atau Rp 113.150 bagi mereka yang ingin berpose sebagai 'bos', duduk di kursi kulit dan mengambil foto untuk meyakinkan keluarga mereka.
"Banyak perusahaan besar yang memberhentikan pekerja. Saya punya kantor kosong dan berpikir ini bisa memberi para pengangguran tempat untuk tinggal dan bersosialisasi," tulis netizen tersebut.
Layanan semacam ini kemudian marak digunakan oleh para pengangguran, seperti yang dilakukan Jiawei, mantan karyawan e-commerce dari Hangzhou yang setelah perusahaannya bangkrut, ia menghabiskan hari-harinya di kedai kopi untuk melamar pekerjaan dan mengirim resume.
"Pengangguran memang membuat stres, tetapi saya tidak ingin menularkan hal negatif itu kepada keluarga saya," katanya dalam sebuah wawancara.
Jiawei meninggalkan kedai kopi pada waktu sepulang kerja seperti biasanya, terkadang keluar larut malam untuk meniru kerja lembur.
Sementara itu, Che...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda