Potensial! Eropa Bakal Jadi Pasar Baru buat Ekspor RI

14/07/2025 07:31
Gambar
Kawasan Uni Eropa dinilai bakal dapat menjadi pasar besar potensial buat ekspor produk Indonesia. Apalagi perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) selangkah lagi akan rampung dan berlaku.

Menteri Perdagangan Budi Santoso meyakini Benua Biru mempunyai potensi pasar besar. Bahkan kalau mau dibandingkan dengan Amerika Serikat, potensi Eropa jauh lebih besar.

Dia memaparkan sampai saat ini Uni Eropa mengimpor barang-barang dari seluruh dunia hingga sebesar US$ 6,6 triliun sendiri. Sementara itu, Amerika cuma mengimpor barang senilai US$ 3,3 triliun saja. Artinya, pasar Uni Eropa dua kali lebih besar kapasitasnya daripada AS.

"Ini alternatif baru ya buat pasar kita ya. Kan import EU itu ke dunia kan US$ 6,6 triliun. Kalau kita bandingkan Amerika kan hanya US$ 3,3 something, triliun ya," sebut Budi dalam keterangannya yang disiarkan virtual oleh Sekretariat Presiden, Minggu (13/7/2025).

Menurutnya, bila Indonesia bisa lebih banyak memanfaatkan pasar dagang Uni Eropa, tentunya ini akan baik untuk menggenjot ekspor. Dan jadi alternatif pasar daripada yang sudah ada.

Indonesia sendiri akan menyelesaikan perundingan perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Hal ini ditandai dengan bertemunya Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen di Brussel, Belgia.

"Jadi kalau kita bisa masuk lebih besar ke EU saya pikir ini pasar yang bagus buat kita untuk alternatif pasar-pasar di negara lain," kata Budi.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perjanjian ini akan menjadi capaian baru bagi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi yang besar di dunia. Rencananya IEU-CEPA bakal diteken dan resmi berlaku pada kuartal III tahun ini.

Dia bilang bisa jadi ekspor produk Indonesia untuk bisa masuk ke Benua Biru bakal dipatok tarif 0% saja. Karena biayanya murah, diharapkan produk Indonesia bisa lebih banyak masuk ke Eropa.

"Ini te...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda