RI Darurat Lapangan Kerja?

16/07/2025 07:31
Gambar
Terbaru, antrean pelamar kerja terlihat mengular di Kawasan Santiong, Cianjur hanya untuk satu lowongan di toko ritel. Para pelamar berbondong-bondong datang mengenakan seragam putih hitam, membawa map berisi dokumen lamaran dan rela mengantre panjang demi mendapat kesempatan bekerja.

Benarkah Indonesia darurat lapangan kerja?

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengamini bahwa fenomena darurat lapangan kerja memang terjadi di Indonesia. Utamanya untuk lowongan kerja yang sifatnya formal dan menyediakan tingkat kesejahteraan yang baik.

Dia menilai kapasitas penciptaan lapangan kerja di Indonesia sangat terbatas saat ini. Pertumbuhan lapangan kerja yang layak dan formal justru tak mampu mengikuti pertumbuhan angkatan kerja baru.

Maka wajar saja bila ada satu atau dua peluang kerja yang sekiranya mudah untuk didapatkan langsung diserbu oleh para pencari kerja.

"Iya benar (Indonesia darurat lapangan kerja). Terutama lowongan pekerjaan yang sifatnya formal, yang menyediakan tingkat kesejahteraan yang baik, kemudian mempunyai jaminan sosial, dan tingkatan atau jaminan keberlanjutan karir yang jelas," tegas Rendy kepada detikcom, Selasa (15/7/2025).

Hal serupa diungkap Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. Menurutnya, minimnya lapangan kerja disebabkan sektor industri yang tak mengalami ekspansi. Dia melihat tren penurunan PMI manufaktur ke bawah 50 poin membuat produksi stagnan, kebutuhan tenaga kerja pun turun.

Bila produksi turun, maka kebutuhan tenaga kerja jelas akan berkurang. Artinya, pertumbuhan lapangan kerja baru akan sangat sedikit, bahkan tenaga kerja lama pun bisa berpotensi kena PHK.

"Kalau produksi tidak naik, ya kebutuhan tenaga kerja juga berkurang. Melihat kondisi ini, saya yakin pengangguran akan meningkat," sebut Nailul ketika dihubungi detikcom.

Tentu saja pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih strategis untuk menangani masalah ini. Kembali ke Rendy, ada bebera...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda