Harga Emas Diramal Makin Mahal Gara-gara Ini
21/07/2025 07:01
Harga emas dunia diramal akan menyentuh angka US$ 3.400 di pekan depan. Lonjakan harga emas dunia ini terjadi imbas beberapa sentimen di Amerika Serikat (AS), salah satunya perseteruan antara pemerintah Presiden AS Donald Trump dan Ketua Dewan Gubernur the Fed Jerome Powell.
Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi, menjelaskan harga emas dunia diramal menguat sepekan ke depan akibat dinamika pasar menyusul ketegangan antara pemerintah dan the Fed. Hal ini akan berimbas pada menguatnya indeks dolar AS.
Ia menjelaskan, penguatan indeks dolar AS kemungkinan besar masih akan dipertahankan oleh the Fed lantaran data ekonomi negara tersebut cenderung stabil dengan inflasi di level 2,7%. Kemudian, polemik pemakzulan Jerome Powell atas desakan Partai Republik AS.
"Kita harus tahu bahwa Bank Sentral Amerika itu independen, bukan hanya Bank Sentral di Amerika, secara global itu juga independen. Pada saat pemerintah sebagai eksekutif ikut campur urusan bank sentral, ini yang membuat masyarakat kembali mencari aset yang aman, yaitu adalah logam mulia sebagai safe haven," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (20/7/2025).
Ibrahim menyebut, emas dunia akan mengalami penguatan di level support US$ 3.324 dengan level resistance di US$ 3.375 pada hari Senin (21/7/2025). Sementara untuk pergerakan harga sepekan, harga emas dunia diramal bergerak level support US$ 3.296 dengan level resistance US$ 3.400.
"Ada kemungkinan besar harga emas dunia ini akan menyentuh level US$ 3.400," terangnya.
Di sisi lain, sentimen pergerakan harga emas dunia juga dipicu kekhawatiran akan pertumbuhan utang AS menyusul pengesahan Undang-Undang (AS) tentang Pembaruan Tarif. Dengan ada UU ini, ia menilai pemerintah AS akan mencari utang baru di atas US$ 3 triliun.
"Ini yang kemungkinan besar akan membuat para investor pun juga kembali melarikan dananya ke safe haven," ujarnya.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga telah menetapkan tarif tambahan untuk anggota-anggota BRICS sebesar 10%. Tarif i...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda