Kala Fenomena 'Rojali' Muncul di Tengah Lesunya Daya Beli

21/07/2025 07:31
Gambar
Belakangan ini muncul fenomena rombongan jarang beli atau rojali di pusat perbelanjaan atau mal. Umumnya, rombongan ini hanya sekedar melihat-lihat saja, tanpa belanja. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengakui bahwa fenomena rombongan jarang beli atau rojali di pusat perbelanjaan atau mal memang terjadi. Baik itu untuk kalangan kelas menengah bawah maupun kelas menengah atas.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan fenomena rojali muncul sebagai dampak langsung dari penurunan daya beli. Kondisi ini mengakibatkan adanya perubahan pola belanja masyarakat.

"Di tengah kondisi daya beli yang masih belum pulih, masyarakat tetap berkunjung ke pusat perbelanjaan. Namun yang terjadi adalah perubahan pola belanjanya, dikarenakan uang yang dipegang relatif sedikit maka terjadi kecenderungan untuk membeli barang ataupun produk yang harga satuannya kecil atau murah," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (20/7/2025).

Widjaja mengatakan bahwa fenomena rojali ini bukanlah hal baru, kondisi akan ada ketika ekonomi dan daya beli masyarakat yang menurun. Ia mengatakan kondisi ini pun terjadi hanya sementara dan akan kembali pulih ketika daya beli masyarakat meningkat.

"Fenomena rojali tidak berjumlah banyak dan hanya bersifat sementara dikarenakan adanya penurunan daya beli masyarakat," katanya.

Untuk menyiasati fenomena ini, Widjaja mengatakan biasanya pengusaha akan menggencarkan program diskon yang dapat dinikmati oleh masyarakat dengan harga terjangkau.

"Sementara daya beli masih belum pulih maka Pusat Perbelanjaan dan peritel menggelar berbagai program promo belanja agar barang ataupun produk dapat tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya kelas menengah bawah," katanya.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan, saat ini masyarakat berhati-hati membelanjakan uangnya di sepanjang semester I-2025, terutama kelas menengah atas.

"Tercermin di big data, jadi di big data kalau kita lihat trennya sejak awal tahun sa...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda