Tak Disangka! Pemulung di Tangsel Raup Rp 1,2 Miliar/Bulan dari Sampah Botol
17/11/2025 14:30
Karung demi karung berisi botol plastik tampak menumpuk di sebidang tanah yang berada tak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, Banten.
Di sana ada sebuah Koperasi Pemulung Berdaya atau Recycle Business Unit (RBU) yang mengolah ribuan kilogram sampah botol tadi menjadi sumber mata pencarian bernilai miliaran rupiah per bulan.
Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Senin (17/11/2025), koperasi ini terletak di Jalan Cipeucang Raya, tepat bersebelahan dengan TPA dan rumah-rumah warga. Dari kejauhan, bangunan koperasi dapat dengan mudah dikenali karena tumpukan karung-karung berisi botol plastik bekas dan papan nama menyambut di depan.
Namun saat mencoba memasuki bangunan koperasi, akses jalan terlihat sangat sempit karena banyaknya tumpukan botol di sisi-sisinya. Ada yang sudah diolah menjadi bal pres, namun ada juga yang masih berbentuk botol pipih dalam karung.
Berjalan lebih jauh, pengunjung akan menemui 'persimpangan' yang terbuat dari tumpukan botol plastik. Ada yang mengarah ke kantor koperasi, ada juga yang mengarah ke area pengolahan. Tak sedikit anggota koperasi atau RBU ini yang kemudian lalu lalang untuk mengerjakan bagiannya masing-masing.
Di depan kantor koperasi, tampak sejumlah ibu-ibu paruh baya yang juga merangkap sebagai pengurus RBU tengah mengupas botol-botol plastik dari mereknya sembari berbincang-bincang. Di sisi lain perempuan yang tampak lebih muda tampak berkumpul di salah satu sudut koperasi dengan mesin conveyor sederhana dan menyortir botol berdasarkan warnanya.
Sementara mereka para lelaki baik yang muda maupun yang sudah cukup dewasa banyak bertugas memindahkan tumpukan botol dengan bobot puluhan kilogram untuk dipindahkan dari satu proses pengolahan ke proses pengolahan yang lain. Di antara bangunan kantor koperasi dan area pilah tadi, terlihat ada satu mesin pres yang menyempil di antara tumpukan sampah.
Mesin ini digunakan untuk mengubah botol-botol plastik tadi menjadi produk berupa bal pres ...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda