Pengusaha Minta Truk Sumbu 3 Tak Dilarang Saat Libur Nataru

04/12/2025 07:30
Gambar
Pengusaha buka suara merespons pembatasan angkutan barang selama libur Natal & Tahun Baru (Nataru). Pengusaha meminta truk sumbu 3 tidak dilarang beroperasi saat libur Nataru

Pengusaha meminta diizinkan menggunakan truk sumbu 3, meskipun harus menggunakan jalan arteri atau bisa jalan hanya malam hari dan dalam waktu yang singkat saja. Permintaan ini disampaikan Ketua Umum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno. Menurutnya, pemberlakukan kebijakan pelarangan terhadap truk sumbu 3 saat libur keagamaan seperti Nataru ini selalu menghambat aktivitas keberangkatan ekspor barang.

"Jadi, kami menyarankan agar truk-truk sumbu 3 itu diperbolehkan beroperasi saat Nataru nanti walaupun harus menggunakan jalan arteri atau bisa jalan hanya malam hari saja," ujar Benny dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025). Benny mengatakan para eksportir ingin pengiriman barang tepat waktu. Pelarangan angkutan barang bisa menambah waktu banyak untuk pengiriman.

"Sebab, kΔ±ta menyesuaikan jadwal kapal laut yang akan mengangkut barang kita. Sementara, kalau ditimbun di pelabuhan, kita akan kena biaya demurrage," kata Benny.

Apalagi, ada beberapa eksportir yang barang-barangnya ditinggal kapal sehingga harus menunggu jadwal selanjutnya.

"Akibatnya latest shipment dated terlewati, sehingga minta persetujuan pembeli untuk revisi L/C impornya, dan ini dikenakan biaya perubahan di banknya," ungkap Benny.



Dia menjelaskan produk-produk ekspor itu sangat tergantung dengan jadwal kapal dan juga surat kontrak atau L/C (Letter of Credit) yang sudah dibuat antara eksportir dan penerima barang di luar negeri, dan itu terkait dengan closing time dan lain sebagainya.

"Kapal itu nggak mungkin akan ngitung ada liburan di Indonesia atau tidak untuk masuk ke pelabuhan. Kapal itu internasional dan tetap saja jalan sesuai schedule mereka. Nah, berarti kalau barang kita nggak ada di pelabuhan karena adanya aturan pelarangan tadi, ya otomatis barang kita ditinggal. Nah, itu kan akan meru...
πŸ”— Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda