Emas Masih Berkilau: Harga Diramal Tembus Rp 2,7 Juta Per Gram

26/12/2025 08:30
Gambar
Harga emas berpeluang menguat hingga akhir tahun. Berdasarkan situs Logam Mulia Antam, harga emas pada Kamis (25/12) sebesar Rp 2.576.000 per gram atau turun Rp 14.000 dibanding hari sebelumnya.

Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dunia hingga akhir tahun masih dapat bergerak hingga US$ 4.550 per troy ons. Sementara di domestik, harga emas bisa mencapai Rp 2.650.000 hingga Rp 2.700.000 per gram.

"Sampai akhir tahun bisa mengenai level Rp 2.650.000 sampai Rp 2.700.000-an. Itu di akhir tahun 2025," kata Ibrahim dalam keterangannya.

Ia mengatakan ada beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas dunia dan dalam negeri di antaranya geopolitik, perpolitikan Amerika Serikat (AS), kebijakan bank sentral AS, perang dagang, hingga supply dan demand.

"Geopolitik ya kemungkinan akan cukup menarik bagi pasar karena geopolitik sekarang sudah melebar, yang pertama Timur Tengah, yang kedua adalah Eropa, yang ketiga Amerika Latin, yang keempat itu adalah Laut Asia Timur," ungkapnya.

Dari sisi perpolitikan AS, Ibrahim mengatakan tahun depan akan memanas menyusul pemecatan Gubernur The Fed Lisa Cook yang keputusan resminya akan diumumkan pengadilan federal pada awal kuartal 2026. Jaksa Agung Pengadilan Federal AS juga akan memutuskan tentang gugatan tarif impor.

"Artinya apa? Ini pun juga akan memanaskan situasi perpolitikan di Amerika. Karena Pak Trump sendiri sudah memberikan balasan terhadap Jaksa Agung, kalau seandainya perang dagang ini inkonstitusional, dibatalkan, ya Amerika akan kehilangan pendapatan negara sebesar US$ 2 triliun," jelasnya.

Kemudian adanya perubahan struktural pengurus The Fed yang salah satunya akan diisi oleh seseorang yang dekat dengan Presiden AS, Donald Trump. Menurutnya, kondisi ini akan membuat kebijakan The Fed akan lebih lunak.

Dihubungi terpisah, Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, menjelaskan pergerakan harga emas masih banyak dipengaruh sentiment pelonggaran moneter...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda