Awal 2026 yang Berat untuk Iran: Sanksi Dunia, Demo, dan Inflasi Meroket

03/01/2026 14:30
Gambar
Gelombang unjuk rasa yang dipicu krisis ekonomi menerjang Iran di awal 2026 ini. Selain konflik dalam negeri, negara arab yang satu ini juga harus berhadapan dengan dampak lebih lanjut dari sanksi internasional hingga ancaman lingkungan.

Melansir Deutsche Welle (DW), Sabtu (3/1/2025), saat ini ekonomi Iran sedang berjuang melawan inflasi tinggi dan sanksi terkait program nuklir pemerintah. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), inflasi di Iran tercatat sudah mencapai 32,5% pada 2024 kemarin.

Lebih lanjut, IMF memperkirakan harga konsumen akan naik sebesar 42,4% pada 2025 dan tidak akan turun di bawah angka 40% hingga 2026 ini. Sebagai perbandingan, Bank Sentral Eropa menargetkan tingkat inflasi 2% di zona euro, sementara nilai mata uang nasional Iran, rial, sebelumnya telah anjlok ke titik terendah dalam sejarah.

Akibatnya perekonomian menderita kelemahan struktural kronis. Hal ini hanya dapat mengurangi dampak penurunan pendapatan ekspor minyak, tetapi tidak dapat menghilangkannya dalam jangka panjang.

"Prospek sulit bagi Iran merupakan konsekuensi dari program nuklir dan rudal pemerintah. Pertumbuhan ekonomi di Iran juga hanya sekitar 1% selama dua dekade terakhir," tulis Mantan Wakil Presiden Iran, Hossein Marashi.

"Kurangnya pertumbuhan ekonomi telah sangat mengurangi daya beli penduduk. Mengimpor bahan makanan pokok dengan mata uang asing terbukti sangat sulit," terangnya.

Pada akhirnya, Marashi hanya bisa menyimpulkan bahwa perekonomian Iran telah disandera oleh isu nuklir selama 20 tahun terakhir yang membuat mereka terima sanksi internasional dan terisolasi dari dunia.

Ekonomi Runtuh, Masyarakat Demo Besar-besaran

Demo berdarah di Iran telah memasuki hari keenam pada Jumat (2/1) kemarin. Aksi demonstrasi tersebut terus meningkat dan meluas ke berbagai wilayah seiring dengan bentrokan yang memanas antara massa dan aparat keamanan.

Melansir Al Jazeera, aksi demo pertama kali terjadi saat para pemilik toko di Teheran menutup bisnis mereka pada hari ...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda