Inflasi 70% Cekik Rakyat Iran, Hidup Makin Sulit, Cari Kerja Sangat Susah

15/01/2026 14:30
Gambar
Iran dilanda krisis ekonomi. Mata uangnya, ria, anjlok dan memicu gelombang masa yang besar. Melemahnya mata uang langsung mendongkrak harga kebutuhan pokok dan memperparah krisis yang telah lama membelit Iran akibat sanksi global.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (15/1/2026), nilai rial merosot sekitar 45% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di 2025. Kondisi itu membuat impor termasuk gandum, minyak goreng dan bahan-bahan farmasi menjadi lebih mahal hingga direspons oleh pedagang dengan menaikkan harga.

Akibatnya, inflasi pangan melonjak hingga 70% secara tahunan menurut perkiraan Gavekal Research. Banyak warga sudah kesulitan memenuhi kebutuhan pangan mereka hingga media lokal melaporkan setengah dari populasi mengkonsumsi kurang dari standar 2.100 kalori per hari.

Tekanan tersebut diperparah oleh kekeringan berkepanjangan serta buruknya pengelolaan sumber daya air yang menekan produksi pangan domestik.

Kemarahan warga Iran yang meluas juga akibat salah urus sumber daya alam (SDA) negara. Pemerintah menyesuaikan mekanisme subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada Desember 2025 yang menyebabkan kenaikan harga hingga menambah biaya bagi rumah tangga dan bisnis.



Masalah ekonomi Iran tidak berhenti di situ. Pemadaman listrik yang berkepanjangan dan pasar tenaga kerja yang lemah dengan estimasi tingkat partisipasi angkatan kerja hanya sekitar 41%. Artinya, lebih dari 50% warga Iran tidak bekerja. Hal ini menciptakan kondisi yang sangat berat bagi usaha kecil dan menengah hingga membuat mereka banyak gulung tikar.

Seiring semakin banyak warga Iran jatuh ke jurang kemiskinan, rasa frustrasi dan kebencian tumbuh terhadap kelompok yang memiliki koneksi politik sehingga tetap terlindungi. Dalam beberapa hari terakhir, terlihat bahwa sebagian besar penduduk mulai bersatu menyuarakan tuntutan perubahan politik.

Bahkan Grand Bazaar Teheran, yang selama ini dikenal sebagai simbol basis konservatif pendukung pemerintah, dilaporkan melakukan mogok hampir dua pekan.

Perbedaan ...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda