Trump Ancam Getok Prancis Tarif 200%, Perusahaan Minuman Tertekan
20/01/2026 23:30
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam menggetok tarif impor hingga 200% terhadap anggur dan sampanye asal Prancis.
Ancaman ini muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan Dewan Perdamaian terkait konflik Gaza yang dibentuk Trump.
Trump mengatakan pengenaan tarif tersebut akan digunakannya sebagai alat tawar-menawar.
"Jadi, tidak apa-apa. Yang akan saya lakukan adalah, jika mereka merasa ingin bersikap bermusuhan, saya akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanyenya, dan dia akan bergabung. Tapi dia tidak harus bergabung," ujar Trump dikutip dari CNBC, Selasa (20/1/2026).
Di sisi lain , Trump mengatakan pengaruh Macron juga tidak begitu besar karena masa jabatan presiden Macron selama lima tahun akan berakhir pada Mei 2027, dan berdasarkan hukum Prancis, ia tidak dapat mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan ketiga.
Dewan Perdamaian adalah badan global yang didukung oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada November tahun lalu, yang dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata Israel-Hamas.
Undangan untuk menjadi anggota dewan telah dikirim kepada berbagai pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Trump juga menegaskan kembali rencananya untuk menguasai Greenland, dan meremehkan kemungkinan adanya perlawanan dari Eropa.
"Saya rasa mereka tidak akan terlalu banyak menolak," kata Trump.
Trump juga menyinggung klaim sejarah Denmark atas Greenland. Menurutnya, keberadaan Denmark selama ratusan tahun tidak otomatis memberi hak kepemilikan.
"Hanya karena kapal itu pergi ke sana 500 tahun yang lalu dan kemudian pergi, itu tidak memberi Anda hak kepemilikan atas properti tersebut," katanya.
Denmark telah memiliki koloni di Greenland sejak tahun 1721, dan pulau itu menjadi bagian dari Denmark pada tahun 1953. Pada tahun 2009, Denmark memberikan Greenland pemerintahan sendiri, yang memberi wilayah tersebut ken...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda