Nasib Bandara Kertajati: Sepi Penumpang, Tekor, Terlilit Utang
25/01/2026 07:30
Bandara Internasional Kertajati masih menghadapi tekanan finansial akibat sepinya penumpang. Pemprov Jabar mencatat, pendapatan usaha Bandara Kertajati belum mampu menutupi biaya operasional.
Hingga Desember 2025, liabilitas atau kewajiban keuangan, termasuk utang, jangka pendek PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) mencapai Rp 474 miliar. Sementara itu, liabilitas jangka panjang menembus Rp 1,5 triliun.
Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan ekosistem permintaan penerbangan (demand ecosystem mismatch). Jumlah pesawat yang beroperasi di Indonesia juga menurun signifikan pasca-pandemi, sehingga bandara tidak bisa hanya bergantung pada bisnis penerbangan penumpang.
"Populasi pesawat yang beroperasi di Indonesia menurun drastis pasca-pandemi, sehingga diperlukan diversifikasi bisnis seperti industri MRO dan logistik untuk bertahan," tulis Pemprov Jabar dikutip dari situs resmi, Sabtu (24/1/2026).
Atas hal ini, Pemprov Jabar bersama BIJB menyiapkan transformasi besar-besaran untuk bandara yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat, itu. Transformasi tersebut diarahkan untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat ekonomi baru berbasis industri penerbangan melalui pengembangan Aerospace Park serta penguatan konektivitas udara.
Rencana pemulihan bisnis 2026 dirancang, akan fokus pada tiga pilar utama yakni optimalisasi penerbangan (Haji, Umrah, dan reguler), penyelesaian kewajiban utang melalui skema restrukturisasi dan konversi saham, serta pengembangan kawasan Aerospace Park.
Untuk mendukung peningkatan penumpang secara berkelanjutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat juga menyusun naskah kebijakan (policy brief).
Pengembangan akan terpusat di kawasan Bandara Internasional Kertajati dan akan diintegrasikan dalam kawasan Rebana Metropolitan. Langkah ini mencakup pembangunan akses strategis ke Pelabuhan Patimban dan Cirebon melalui koneksi Tol Cisumdawu dan Cipali.
Sejumlah agenda utama ditargetkan mulai berjalan pada 202...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda