Nelayan RI Tercekik Cuaca Ganas
25/01/2026 08:00
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mencatat, 95% nelayan di lebih dari 350 desa pesisir terdampak cuaca buruk. Sebanyak 63% di antaranya terpaksa berhenti melaut.
Seperti di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Ketua KNTI Lingga Hariyanto mengatakan, saat angin utara mulai bertiup, nelayan kecil hanya bisa melaut di sekitar pesisir atau di sungai yang relatif lebih aman. Namun, kondisi tersebut membuat hasil tangkapan menjadi tidak menentu. Kondisi ini mencekik ekonomi nelayan.
"Kadang dapat hasil, kadang tidak mendapat ikan sama sekali. Situasi ini sangat memukul ekonomi nelayan kecil," kata Hariyanto, dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Kondisi di atas terekam dalam pengumpulan data dampak cuaca ekstrem terhadap nelayan kecil melalui survey kampung nelayan basis KNTI yang meliputi 41 Kabupaten/Kota di 14 Provinsi yang dilakukan oleh DPP KNTI pada 23-24 Januari 2026.
Dampak cuaca ekstrem dirasakan hampir merata di berbagai wilayah pesisir Indonesia lainnya. Sekretaris KNTI Kota Ternate, Maluku Utara, Gafur Kaboli, menyampaikan nelayan tuna di wilayahnya sudah hampir dua bulan terakhir tidak dapat melaut secara normal. Angin kencang yang disertai hujan deras dan gelombang tinggi membuat aktivitas penangkapan ikan menjadi sangat berisiko.
"Dalam dua bulan terakhir nelayan tuna hampir tidak bisa melaut. Kalaupun ada yang melaut, risikonya sangat tinggi. Bahkan dalam satu minggu terakhir ini tidak ada nelayan yang melaut sama sekali," ujar Gafur.
Ia menambahkan, kondisi serupa juga dialami nelayan di wilayah Indonesia Timur lainnya, seperti Maluku Tengah dan Halmahera Selatan.
Musibah juga menimpa nelayan kecil di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Ketua KNTI Pasangkayu Abdul Razak mengungkapkan, seorang nelayan kecil dilaporkan hilang setelah terbawa arus laut saat memaksakan diri melaut di tengah cuaca ekstrem.
"Nelayan terpaksa melaut dengan modal nekat demi mendapatkan penghasilan, padahal risikonya sangat besar," ujar Abdul Razak.
Ketua U...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda