Terbongkar! Rp 9 Triliun Uang Warga RI Dirampok Pelaku Scam
31/01/2026 13:30
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total kerugian masyarakat korban scam atau penipuan digital mencapai Rp 9,1 triliun. Angka ini diperoleh dari data yang dihimpun Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) 22 November 2024 sampai 14 Januari 2026.
IASC telah menerima pengaduan penipuan dari konsumen dan masyarakat sebanyak 432.637 aduan dengan total nilai kerugian mencapai Rp9,1 triliun. Total keseluruhan dana yang berhasil diblokir oleh IASC senilai Rp 436,88 miliar.
IASC juga telah mengembalikan Rp 161 miliar yang merupakan dana dari 1.070 masyarakat korban scam yang berhasil diblokir IASC dari 14 bank yang digunakan pelaku kejahatan penipuan.
"Dapat kami sampaikan terkait dengan pemberantasan penipuan atau scam transaksi keuangan sampai dengan 14 januari 2026, Indonesia Anti Scam Center mendapatkan lebih dari 432.637 laporan dari masyarakat. Jumlah rekening yang kami blokir karena terindikasi scam adalah sebanyak 397 ribu rekening lebih dan berdasarkan data ada Rp 9,1 triliun dana masyarakat hilang terkena scam ini. Di mana IASC berhasil memblokir atau menyelamatkan dana sebanyak Rp 432 miliar," terang Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR, di Jakarta, dikutip dari YouTube Komisi XI DPR, Sabtu (31/1/2026).
Mengutip keterangan tertulis OJK, berbagai modus scam dilakukan oleh pelaku seperti penipuan transaksi belanja, impersonation/fake call, penipuan investasi, penipuan kerja dan penipuan melalui media sosial. Selain itu, modus love scam juga menjadi modus yang sering dilakukan oleh pelaku di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Berbagai tantangan pun dihadapi dalam penanganan scam, seperti: adanya lonjakan jumlah pengaduan, lambatnya pelaporan disampaikan, perlunya peningkatan kecepatan pemblokiran, pelarian dana yang kompleks dan optimalisasi pengembalian dana.
OJK juga mengapresiasi keberanian dan kesediaan korban scam untuk berba...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda