Daftar Bantuan buat Korban Bencana Aceh yang Tertahan di Bea Cukai

19/02/2026 04:30
Gambar
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian mengungkapkan bantuan dari diaspora Aceh yang tinggal Malaysia tertahan di Bea Cukai. Para pengirim masih ada hubungan keluarga dengan penerima bantuan bencana di Aceh.

Tito merincikan bantuan yang tertahan Bea Cukai itu berupa minyak goreng 3.000 liter senilai Rp 1 miliar, gula pasir sekitar Rp 50 juta, air mineral senilai Rp 672 juta, serta makanan siap saji 500.000 dus senilai Rp 1 miliar.

Selanjutnya, pakaian baru sebanyak 3.000 karung dengan nilai mencapai Rp 126 miliar, Al-Qur'an senilai Rp 1 miliar, serta closet toilet senilai Rp 4,8 miliar.

Tito, yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ini meminta dukungan DPR untuk menindaklanjuti hal tersebut agar bantuan bisa diterima pihak keluarga.

"Nah ini yang kami mohon bantuan dan mohon dukungan dari pimpinan DPR bapak-ibu sekalian, ada datanya kami sampaikan nanti setelah ini. Mereka sudah siap barangnya dikirim dari Port Klang di Kuala Lumpur, akan dikirim ke pelabuhan di Lhokseumawe, pelabuhan Krueng Geukueh namanya. Tapi sekarang masih tertahan karena dari Bea Cukai belum mengizinkan masuk. Nah inilah bantuan dalam bentuk keluarga," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah, Rabu (18/2/2026).



Menurut Tito, Bea Cukai menahan bantuan tersebut karena ada alasan tersendiri. Misalnya untuk minyak goreng dan gula pasir, Bea Cukai meminta persetujuan dari kementerian Pertanian.

Kemudian untuk pakaian baru tersebut, Tito mengatakan Bea Cukai menilai bahwa bantuan tersebut perlu dipastikan saat penyalurannya. Hal ini dilakukan agar tidak ada praktik jual beli barang yang bisa mengganggu industri dalam negeri.

"Dari Bea cukai sudah mengirimkan surat balasan kepada kami agar minyak goreng dan gula pasir harus ada persetujuan dari menteri pertanian dan pakaian baru senilai Rp 126 miliar ini jangan sampai mengganggu produksi d...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda