Respons Pemerintah RI soal Trump Mau Kenakan Tarif Global Baru 10%
22/02/2026 09:00
Pemerintah Indonesia merespons kebijakan baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengumumkan tarif global baru sebesar 10%. Keputusan Trump dikeluarkan setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif bea masuk timbal balik (resiprokal) yang telah tetapkan sebelumnya.
Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah Indonesia akan mengamati terus perkembangan terkait penetapan tarif resiprokal yang dilakukan oleh pemerintah AS.
"Sehubungan dengan dinamika yang terjadi di Amerika Serikat utamanya terkait Kelanjutan Agreement On Reciprocal Trade RI-AS, pada prinsipnya Indonesia akan mengamati terus kondisi terkini yang berkembang," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Haryo mengatakan kelanjutan kebijakan itu tetap bergantung pada keputusan kedua belah pihak atau antar negara. Ia menekankan, kebijakan itu memang masih belum langsung berlaku.
"Terhadap perjanjian ini pihak Indonesia juga masih perlu proses ratifikasi dan perjanjian ini belum langsung berlaku, serta pihak Amerika Serikat juga perlu proses yg sama di negaranya dengan perkembangan terbaru ini," jelasnya.
Ia memastikan masih akan ada pembicaraan lanjutan berkaitan kebijakan tarif resiprokal antara AS dengan semua negara yang dikenakan tarif, termasuk Indonesia.
"Akan ada pembicaraan selanjutnya antar kedua pihak terhadap segala keputusan yang diambil dan Indonesia akan tetap mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasional ke depannya," pungkasnya.
Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (20/2/2026) menegaskan akan menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif global baru sebesar 10%.
Keputusan Trump dikeluarkan beberapa jam setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif bea masuk timbal balik (resiprokal) yang telah diterapkan sebelumnya.
"Tarif "Pasal 122" yang baru ini akan ditambahkan ke bea masuk yang sudah ada yang tetap berlaku setelah keputusan Mahkamah Agung,"kata Trump sambil meluapkan kemarahannya atas pu...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda