Trump Tak Nyerah Usai Dijegal MA, Kini Umumkan Tarif Global 15%
23/02/2026 07:30
Kebijakan tarif resiprokal besutan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dibatalkan Mahkamah Agung AS. Namun, Trump tetap tidak menyerah untuk memberlakukan tarif untuk barang-barang yang diimpor ke negaranya.
Kini dia kembali mengumumkan tarif global baru. Dia mengatakan akan memberlakukan tarif hingga batas maksimum 15% sebagai pengganti kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya dibatalkan.
Pada Jumat lalu, Trump mengumumkan telah menetapkan tarif bea masuk baru 10% untuk semua barang yang masuk ke AS. Namun pada hari Sabtu, ia mengumumkan di Truth Social bahwa tarif ini akan dinaikkan hingga angka maksimum yang diizinkan, yaitu 15%.
Dikutip dari BBC, Minggu (22/2/2026), hal itu akan dilakukan berdasarkan undang-undang perdagangan yang belum pernah digunakan yaitu Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan 1974. Undang-undang tersebut memungkinkan tarif baru ini berlaku selama sekitar lima bulan sebelum pemerintah harus meminta persetujuan Kongres untuk penerapan tarif.
Sebelumnya, tarif baru global 10% dijadwalkan mulai berlaku pada hari Selasa, 24 Februari. Belum jelas apakah kenaikan menjadi 15% juga akan diberlakukan mulai saat itu juga.
Trump mengatakan pemerintahannya telah mengambil keputusan untuk menaikkan bea masuk setelah meninjau keputusan Mahkamah Agung yang disebut olehnya sebagai keputusan konyol dan sangat anti-Amerika.
Dalam keputusan MA, para hakim di pengadilan tertinggi AS menyepakati Trump telah melampaui wewenangnya ketika memperkenalkan tarif global yang luas tahun lalu menggunakan undang-undang tahun 1977 yang dikenal sebagai Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).
AS telah mengumpulkan setidaknya US$ 130 miliar dalam bentuk tarif menggunakan IEEPA, menurut data pemerintah terbaru dan uang itu harus dikembalikan.
Tarif yang diberlakukan Trump merupakan pilar utama kebijakan ekonomi. Baginya tarif akan mendorong bisnis untuk berinvestasi dan memproduksi barang di AS daripada di luar negeri.
Trump berpen...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda