BGN Blak-blakan soal Insentif Rp 6 Juta Per Hari buat Dapur MBG
07/03/2026 09:30
Badan Gizi Nasional (BGN) membeberkan alasan pemberian insentif Rp 6 juta per hari ke Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menegaskan insentif tersebut diberikan untuk mengembalikan investasi. Sony mengatakan ribuan SPPG yang beroperasi saat ini dibangun secara mandiri oleh mitra, bukan menggunakan dana APBN.
Oleh karena itu, pemerintah memberikan apresiasi berupa insentif flat untuk mengganti biaya lahan, bangunan, hingga peralatan masak yang telah dikeluarkan modalnya oleh mitra.
"Besar (angkanya). Kalau tiba-tiba dapat Rp 6 juta sehari senang nggak? Senang, apabila itu keuntungan. Masalahnya, siapa yang bilang itu keuntungan? Itu pengembalian investasi," ujar Sony dalam BGN Talks dikutip dari akun YouTube BGN, Jumat (6/3/2026).
Pemberian insentif ini sempat menjadi sorotan lantaran SPPG dianggap menerima untung bersih Rp 1,8 miliar per tahun. Sony menjelaskan rata-rata biaya pembangunan satu unit SPPG bisa mencapai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. J
ika insentif ditekan terlalu rendah, para mitra yang sudah membantu mempercepat program ini justru akan dirugikan karena modal mereka sulit kembali.
"Kalau misalkan Rp 2 juta per hari, boleh juga, tapi berapa lama? Berapa lama si mitra ini akan kembali modal? Negara tidak boleh rugikan, tapi negara juga tidak boleh merugikan orang. Nah sekarang masyarakat sudah bangun, kemudian kita bayar, yaudahlah, Rp 1 juta aja sehari. Terus, kalau dia modalnya 3 miliar, berapa tahun akan kembali? Jadi jangan melihat, "Waduh, ini satu dapur, 1 tahun Rp 1,8 miliar," jelas SOnu.
BGN juga tidak tinggal diam terhadap mitra yang membangun dapur dengan di bawah standar. Mulai tahun ini, Sony menyebut pihaknya akan melakukan pengelompokan SPPG sebagai bagian dari evaluasi kelayakan sarana dan prasarana, termasuk keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Sony memberikan peringatan keras bagi SPPG yang tidak mau meningkatkan kualitas sarana. Apabi...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda