BGN Ungkap Modus Kelola Banyak Dapur MBG Lewat 'Ternak' Yayasan
08/03/2026 18:30
Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui sejumlah pihak yang memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi keuntungan semata. Bahkan ada pihak yang mengelola banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus demi orientasi bisnis.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pihaknya menemukan fenomena ternak yayasan. Oknum pengusaha sengaja membuat banyak yayasan untuk mengelola lebih dari satu dapur MBG dengan orientasi murni mencari cuan.
Pada tahap awal pelaksanaan, pemerintah membuka peluang kemitraan bagi lembaga yang ingin terlibat dalam penyediaan layanan dapur MBG, dengan prioritas kepada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Menurut Nanik, kebijakan tersebut bertujuan agar lembaga-lembaga sosial yang selama ini telah membantu masyarakat juga mendapatkan dukungan untuk memperbaiki fasilitas mereka.
"Di awal, mau tidak mau, mitra itu dalam bentuk CV atau PT. Tetapi, harus dalam bentuk yayasan. Yayasan pun itu ada syaratnya; harus yayasan pendidikan, sosial, keagamaan," kata Nanik dalam keterangan, dikutip Minggu (8/3/2026).
Namun dalam perkembangannya, Nanik mengakui muncul sejumlah pihak yang memanfaatkan peluang tersebut dengan mendirikan yayasan semata-mata untuk mengelola dapur MBG. Bahkan, ada pihak yang mengelola banyak dapur sekaligus dengan orientasi bisnis.
"Tapi begitu Pak Presiden juga karena enggak enak selalu di jalan, 'Pak, kapan MBG? Kapan MBG?' Akhirnya target sangat tinggi sekali, muncullah ternak-ternak yayasan. Banyak orang memiliki lebih dari satu dapur," imbuh ia.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan sekaligus menyimpang dari semangat awal program. Dalam beberapa kasus, kata Nanik, pengelolaan dapur lebih berorientasi pada keuntungan sehingga aspek fasilitas dan standar operasional kurang diperhatikan.
"Secara kepemilikan, dapur ini membuat orang iri karena munculnya bukan oleh yayasan sosial, pendidikan,...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda