Perang Timur Tengah Bisa Picu Harga Minyak US$ 150, Warga RI Hadapi Risiko Ini
13/03/2026 11:30
Prasasti Center for Policy Studies menilai perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang. Hal ini berpotensi membuat ekonomi Indonesia ikut terguncang, utamanya dari kenaikan harga bahan bakar dan gangguan rantai pasok.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, mengatakan kerentanan yang paling awal terlihat dalam situasi seperti ini adalah keterbatasan cadangan dan suplai energi global. Sebab kawasan Timur Tengah, termasuk Iran, merupakan salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia.
Konflik bersenjata itu juga meningkatkan gangguan di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20-30% perdagangan minyak dunia. Gangguan pada jalur inilah yang kemudian menciptakan shock pada rantai pasok energi global yang pada akhirnya mendorong lonjakan harga minyak mentah.
"Ini bukan hanya sekadar hambatan di Selat Hormuz. Tapi juga menyerang, menyasar kepada kilang-kilang minyak yang berarti suplai minyak di global akan terganggu, sangat-sangat terganggu," kata Piter dalam acara jumpa media, ditulis Jumat (13/3/2026).
Dalam hal ini, Piter berpendapat bukan hal yang mustahil jika harga minyak global bisa menyentuh angka US$ 150 per barel. Meski harga minyak sempat melemah untuk sementara waktu berkat sentimen positif dari Badan Energi Internasional (IEA) yang berencana melepas 400 juta barel minyak untuk mengompensasi hilangnya pasokan minyak akibat penutupan Selat Hormuz.
"Ini (perang akan) lama dan kemudian harga minyak akan jauh lebih tinggi. Kemarin kalau paling atas melambungnya perkiraan US$ 150 per barel. Walaupun sempat turun ya kemarin ya, sempat turun lagi bawah US$ 100 per barel," paparnya.
Selain harga energi, Piter menyebut konflik di Timur Tengah ini menimbulkan gangguan pada rantai pasok global. Membuat biaya logistik, terutama untuk kegiatan ekspor-impor, menjadi semakin mahal. Membuat suplai produk semakin langka dan mahal.
"Shipping cost pasti akan naik biayanya. ...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda