Sentil Analis di TikTok-YouTube Tak Lihat Data, Purbaya: Kita Nggak Usah Takut!
15/03/2026 08:30
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah narasi yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur saat harga minyak melonjak. Menurut Purbaya, hal itu kerap disampaikan para analis lewat TikTok dan YouTube.
Purbaya mengkritik analisis tersebut dan menganggap mereka tidak melihat data secara menyeluruh. Sebab berdasarkan pengalaman, perekonomian Indonesia tidak selalu terpuruk ketika harga minyak naik tajam.
Dalam pemaparannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Purbaya menjelaskan kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dunia sebenarnya sudah beberapa kali muncul. Oleh karena itu ia meminta publik tidak takut.
"Jadi kita nggak usah takut Pak. Jadi analis-analis yang di TikTok, di YouTube yang bilang kita hancur, itu sama sekali nggak pernah melihat data," ujar Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Purbaya menunjukkan data yang membandingkan pergerakan harga minyak Brent dengan kondisi ekonomi Indonesia. Purbaya mencontohkan periode 2007-2008 ketika harga minyak Brent melonjak sangat tinggi hingga lebih dari US$ 220 per barel.
"Tapi dengan kebijakan yang pas, fiskal dan moneter pada waktu itu, kita masih bisa tumbuh 4,6%. Jadi kita cukup cermat bisa mengendalikan hal itu," tambah Purbaya.
Purbaya juga menyoroti periode kenaikan harga minyak berikutnya pada 2011 ketika harga Brent berada di kisaran US$ 110 hingga US$ 120 per barel. Menurutnya, pada periode tersebut indikator kondisi ekonomi domestik juga masih menunjukkan tren positif.
Pengalaman serupa, kata Purbaya, juga terjadi pada masa pandemi COVID-19. Ketika harga minyak kembali naik ke atas US$ 100 per barel setelahnya, kondisi ekonomi domestik tetap bertahan dan menunjukkan tren perbaikan.
Karena itu, Purbaya menilai tidak perlu terlalu khawatir menghadapi fluktuasi harga minyak dunia selama kebijakan ekonomi dijalankan secara tepat.
"Artinya kalau kita punya kebijakan yang pas, moneter maupun fiskal dan kebijakan bapak nantinya, walaupun global ekonomi harg...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda