Sejarah THR Lebaran di RI, Ternyata Sudah Ada Sejak 1950-an
18/03/2026 20:00
Tunjangan hari raya atau THR jadi kado spesial bagi para pekerja jelang hari raya, biasanya saat Lebaran. THR menjadi bonus yang pasti didapatkan bagi para pekerja.
THR juga menjadi sarana untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Usut punya usut, THR sendiri muncul sudah sejak berpuluh-puluh tahun lamanya.
Dalam catatan detikcom, dirangkum Rabu (18/3/2026), Soekiman Wirjosandjojo menjadi sosok yang pertama kali mencetuskan adanya THR keagamaan. Sejarah mencatat, THR mulai muncul di awal 1950-an, yang dicetuskan oleh Soekiman yang kala itu menjadi Perdana Menteri.
Salah satu program kerja Kabinet Soekiman yang dilantik pada April 1951 itu adalah meningkatkan kesejahteraan aparatur negara. Salah satu cara Kabinet Soekiman adalah memutuskan untuk memberikan tunjangan kepada para pamong pradja (kini PNS) menjelang hari raya.
"Kebetulan juga saat itu ekonomi juga cukup baik. Sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai diberilah tunjangan hari raya," kata politikus Partai Persatuan Pembangunan yang juga peminat sejarah Masyumi, Lukman Hakiem saat berbincang dengan detikcom, 4 Juni 2018 silam.
Ketika itu besarnya THR yang dibayarkan kepada para pamong pradja sebesar Rp 125 hingga Rp 200 per orang. Selain THR dalam bentuk uang, kabinet Soekiman juga memberikan tunjangan dalam bentuk beras yang diberikan ke pegawai negeri sipil setiap bulannya.
Memang, pada awalnya THR baru berlaku di lingkungan pegawai negeri alias PNS. Saat itu belum ada aturan tentang kewajiban perusahaan swasta membayar THR kepada pegawainya.
Nah, ternyata kebijakan Kabinet Soekiman memberikan THR bagi pamong pradja diprotes kalangan buruh. Protes dilayangkan karena para buruh merasa tidak adil bila pegawai negeri mendapatkan THR sementara mereka tidak.Para buruh juga merasa sudah bekerja keras untuk membangkitkan perekonomian nasional, namun sama sekali tak mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Gelombang protes membesar. Hingga, pada 13 Februari 1952, ...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda