Michael Bambang Hartono, dari Pabrik Terbakar ke Kekayaan Rp 297 T

19/03/2026 19:00
Gambar
Pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia hari ini, Kamis (19/3). Pria yang akrab disapa Bambang Hartono ini wafat pada usia 86 tahun di Singapura pukul 13.15 waktu setempat.

Michael Bambang Hartono sendiri merupakan anak dari keluarga keturunan Tionghoa yang lahir di Jawa. Ia sekeluarga merupakan pemilik dari PT Djarum atau Djarum Group, dan juga pemilik saham terbesar di BCA.

Bambang Hartono lahir 2 Oktober 1939 dan memiliki adik bernama Robert Budi Hartono. Keduanya terkenal sebagai Hartono bersaudara yang sama sama mewarisi Djarum dari sang ayah.

Mengutip dari Forbes Kamis (24/3/2026), kekayaan Bambang Hartono saat ini mencapai US$ 17,5 miliar atau setara Rp 297,41 triliun (kurs Rp 16.995). Nilai itu membawa Bambang Hartono menempati posisi ke-157 orang terkaya di dunia.

Kisah perjalanan Bambang Hartono dan keluarganya membangun bisnis diketahui tidak mudah. Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono dahulu ditinggal ayah mereka; Oei Wie Gwan, pada usia yang cukup muda, yakni 23 dan 24 tahun.

Pada saat itu, ayahnya sudah memiliki usaha pabrik rokok kretek bernama Djarum yang telah dijalankan sejak 21 April 1951 oleh ayah mereka. Sepeninggalan ayahnya, bisnis Djarum harus dilanjutkan oleh kedua bersaudara itu.



Namun, tidak mudah juga perjalanannya. Mereka berdua harus melanjutkan perjuangan PT Djarum dengan kondisi mengenaskan. Pabrik rokok tersebut terbakar di tahun yang sama dan meninggalkan PT Djarum dalam kesulitan keuangan.

Hartono bersaudara pun melanjutkan usaha pabrik rokok yang ada di kota Kudus, Jawa Tengah tersebut pada masa mudanya. Berkat naluri bisnis dan ketekunan mereka, Hartono bersaudara akhirnya berhasil membawa perusahaan ini ke posisi yang lebih bergengsi sebagai salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

Pada tahun 1970-an, Djarum sukses menjadi salah satu pemasok rokok cengkeh terbesar di dunia. Pada tahun 1972, Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan D...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda