Fakta Selat Hormuz yang Tak Cuma Jalur Minyak

25/03/2026 08:00
Gambar
Pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran menyebabkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz menjadi terhambat. Padahal, Selat Hormuz merupakan jalur vital untuk pasokan energi dunia dan pangan di kawasan Teluk.

Sekitar 20% pasokan energi dunia dipasok melalui kapal tanker dan gas alam cair (LNG) yang melintasi selat tersebut. Tak hanya itu, bagi negara-negara di kawasan Teluk, Selat Hormuz bukan sekadar rute energi melainkan jalur hidup bagi lebih dari 100 juta orang.

Dikutip dari CNN, Selasa (24/3/2026), perang yang terjadi di kawasan tersebut membuat pasokan energi hingga pasokan pangan ikut tertekan. Bertahan di iklim ekstrem kawasan ini bukan hal mudah. Dengan suhu musim panas yang bisa menembus 50 derajat Celsius dan minimnya lahan yang bisa ditanami, sebagian besar air minum negara-negara Teluk berasal dari laut melalui fasilitas desalinasi.

Sementara itu, sebagian besar kebutuhan pangan harus diimpor dari luar negeri. Arab Saudi mengimpor lebih dari 80% kebutuhan pangannya, Uni Emirat Arab sekitar 90%, dan Qatar sekitar 98%. Bahkan Irak, meski memiliki dua sungai besar, tetap mengandalkan impor pangan yang sebagian besar masuk melalui Selat Hormuz.

Secara keseluruhan, mayoritas pengiriman makanan ke kawasan ini melewati selat tersebut yang kini praktis terhambat akibat serangan terhadap kapal-kapal komersial di wilayah itu.

Dengan jalur laut yang efektif tertutup, perusahaan pengiriman makanan kini berusaha mencari rute alternatif. Namun rute ini lebih mahal, penuh kendala logistik, dan tidak mampu sepenuhnya menggantikan arus pasokan yang hilang. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga serta mengurangi pilihan bagi konsumen.

Bahkan Iran tetap bergantung pada Selat Hormuz untuk sebagian besar aktivitas perdagangannya. Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa rantai pasok global berisiko mengalami gangguan paling parah sejak pandemi Covid-19 dan pecahnya perang besar di Ukraina pada 2022.

Wakil Direktur Eksekutif WFP...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda