Tetangga RI Siapkan Anggaran Besar-besaran demi Hadapi Masalah BBM

27/03/2026 07:30
Gambar
Perang Timur Tengah berdampak luas ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Gejolak harga minyak dunia membuat beberapa negara mengambil langkah darurat, termasuk Filipina dan Malaysia.

Kedua negara tersebut harus menyiapkan anggaran jumbo sebagai langkah mengamankan pasokan bahan bakar dalam negeri. Kementerian Energi Filipina menyampaikan telah mengaktifkan dana darurat sebesar 20 miliar peso atau setara US$ 333 juta (Rp 5,6 triliun dengan kurs Rp 16.899). Dana tersebut digunakan untuk memperkuat pasokan bahan bakar nasional.

"Langkah ini menunjukkan tekad kuat pemerintah untuk melindungi rakyat Filipina dari guncangan pasokan eksternal, serta memastikan ketersediaan bahan bakar yang berkelanjutan memadai dan andal di seluruh negeri," tulis pernyataan resmi Kementerian Energi Filipina, dikutip Reuters, Kamis (26/3/2026).



Saat ini, pemerintah Filipina berencana untuk membeli hingga dua juta barel bahan bakar untuk menopang pasokan domestik, termasuk pembelian minyak bumi olahan serta gas minyak cair. Pada Rabu (25/3) Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyatakan stok cadangan minyak nasional sekitar 45 hari.

Filipina mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyak mentah dari Timur Tengah dan sebagian besar dari Arab Saudi. Hal ini membuat Filipina sangat rentan terdampak terhadap lonjakan harga minyak dan gangguan pasokan global.

Sebelumnya, Filipina menetapkan status darurat energi nasional karena mempertimbangkan posisinya sebagai negara yang sangat bergantung pada impor produk minyak bumi. Pemerintah langsung membentuk komite untuk memastikan pergerakan pasokan, distribusi dan ketersediaan bahan bakar, makanan, obat-obatan, produk pertanian dan barang-barang penting lainnya.

"Deklarasi keadaan darurat energi nasional akan memungkinkan pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah responsif dan terkoordinasi berdasarkan undang-undang yang ada untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh gangguan dalam pasokan energi global dan ekonomi domestik," kata Presiden Filipina Fe...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda