Gibran Buka-bukaan soal Praktik Gelap Ekspor-Impor
12/04/2026 13:30
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bicara soal praktik gelap ekspor impor. Dia mengatakan, praktik ini dapat menyebabkan modal dan kekayaan bangsa lari ke luar negeri.
Praktik yang dimaksud adalah trade misinvoicing atau manipulasi faktur perdagangan. Gibran mengatakan praktik gelap ini tersembunyi di balik angka-angka ekspor impor.
"Di balik arus besar perdagangan global ada gelombang lain yang tidak selalu terlihat di permukaan. Namun bisa menggerus keadilan dan kejujuran ekonomi serta menyebabkan larinya modal dan kekayaan bangsa ke luar negeri. Itu adalah praktik trade misinvoicing, sebuah praktik yang selama ini tersembunyi di balik angka-angka ekspor impor," papar Gibran dalam video yang diunggah di YouTube Sekretariat Wakil Presiden, dikutip Minggu (12/4/2026).
Menurutnya praktik ini seringkali membuat modal mengalir keluar negeri tanpa tercatat secara jelas. Modusnya harga transaksi dilaporkan tidak sesuai dengan sebenarnya sehingga ada selisih pencatatan yang membuka celah dana gelap beredar.
Dia menjelaskan kecurangan trade misinvoicing beragam bentuknya mulai dari under invoicing atau melaporkan harga lebih rendah hingga over invoicing atau melaporkan harga barang jauh dari harga aslinya.
"Inilah kecurangan yang seolah teknis tapi mengakibatkan dampak yang sangat nyata," tegas Gibran.
Dia memaparkan data sejak 2014 sampai 2023 nilai under invoicing ekspor diperkirakan mencapai US$ 401 miliar atau rata-rata US$ 40 miliar per tahun. Sedangkan nilai overinvoicing ekspor tercatat US$ 252 miliar atau US$ 25 miliar US dolar per tahun.
"Sektor terbesar ada pada perdagangan limbah, logam berlapis, logam mulia, serta smartphone," pungkas Gibran....
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda