Biang Kerok Investor Tinggalkan RI, Kabur ke Vietnam & Kamboja
14/04/2026 17:30
Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Ketenagakerjaan Subchan Gatot buka-bukaan penyebab investor memindahkan perusahaan dari Indonesia ke negara tetangga seperti Vietnam dan Kamboja.
Salah satu penyebabnya adalah tingginya biaya tenaga kerja di Indonesia.
"Jadi poin ini yang akan kita coba angkat bagaimana terjadi relokasi industri dari Indonesia ke Vietnam dan juga Kamboja. Jadi unit labor cost-nya Indonesia memang jauh lebih berat dan menjadi salah satu faktor relokasi manufaktur ke Vietnam dan juga Kamboja," ujarnya dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/6/2026).
Gatot menjelaskan, Indonesia menjadi satu-satunya negara dalam perbandingan yang memiliki upah minimum lebih tinggi dibandingkan rata-rata upah riil di lapangan.
Selain itu, upah minimum di Indonesia mencapai sekitar US$ 333 atau setara Rp 5,7 juta/bulan. Namun, rata-rata kemampuan sektor industri untuk membayar upah hanya sekitar US$ 188 per bulan.
"Jadi Indonesia ini upah minimumnya memang sebagian besar tidak bisa diabsorb oleh perusahaan padat karya," katanya.
Kemudian, Gatot mengatakan upah pesangon di Indonesia dinilai menjadi beban tersendiri dibandingkan di Vietnam dan Kamboja. Di mana di Indonesia, kewajiban pesangon rata-rata mencapai satu bulan gaji untuk setiap tahun masa kerja.
"Sedangkan di Vietnam dan juga Kamboja itu 0,5 bulan gaji dan di Kamboja 15 hari gaji. Jadi memang pesangon kita masih cukup tinggi sehingga memang beban yang dipikul oleh pengusaha di Indonesia kalau kita melihat perbandingan ini wajar kalau memang sebagian itu melakukan ekspansi keluar," jelas Gatot.
Meskipun produktivitas tenaga kerja Indonesia itu tumbuh sekitar 3,75% year on year. Namun, Gatot mengatakan hal ini belum cukup untuk mengimbangi peningkatan biaya tenaga kerja dan juga tuntutan daya saing global.
"Di sisi lain juga tantangan kualitas tenaga kerja kita semakin besar, sekitar 47 juta pekerja kita membutuhkan reskilling," ujarnya.
Saksikan Live DetikSore:
Tont...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda