Bursa Bicara soal Saham Dikuasai Segelintir Pihak hingga Mau Didepak MSCI

23/04/2026 08:30
Gambar
Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait keputusan MSCI yang mencoret sejumlah saham Indonesia dalam kategori high shareholding concentration (HSC) atau kepemilikan terkonsentrasi tinggi.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menjelaskan saham yang masuk kategori HSC umumnya dimiliki oleh kelompok investor terbatas dengan porsi kepemilikan yang besar. Penetapan kategori tersebut dilakukan oleh komite khusus yang melibatkan BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

"Tujuan dari HSC adalah untuk meningkatkan transparansi kepada publik atas informasi konsentrasi perusahaan tercatat," jelas Irvan dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).



Irvan menjelaskan, alur penentuan saham masuk yang daftar HSC biasanya dilakukan secara bertahap. Kemudian jika saham tersebut masuk dalam indikasi awal, BEI dan KSEI akan melakukan assessment shareholding structure.

"Dalam trigger factor process, saham yang terkena trigger factor yang ditentukan oleh Komite HSC akan ditindaklanjuti dengan assessment shareholding structure. Adapun trigger factor memperhatikan beberapa aspek seperti price volatility, aspek pengawasan, liquidity, dan lain-lain," terang Irvan.

Kemudian saham yang terindikasi memiliki HSC akan diumumkan ke publik oleh BEI. Emiten terkait juga dapat memperbaiki struktur kepemilikannya untuk keluar dari daftar HSC. Selanjutnya BEI akan mengumumkan ke publik saat emiten terkait tidak lagi memiliki struktur kepemilikan yang terkonsentrasi.

"Perusahaan Tercatat dapat memperbaiki kondisi shareholding structure dari HSC dengan melakukan improvement antara lain refloat, corporate action," pungkasnya.

Sebagai informasi, terdapat sembilan saham HSC di pasar modal RI saat ini. Adapun rinciannya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi sebesar 97,31%, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 95,76%, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sebesar 95,35%, dan PT Rockfields Properti Indonesia (...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda