Biang Kerok Alotnya Negosiasi Kapal RI Lewat Selat Hormuz

23/04/2026 08:30
Gambar
Negosiasi yang dilakukan pemerintah agar dua kapal tanker Indonesia bisa melewati Selat Hormuz berlangsung alot. Dua kapal Pertamina yaitu Gamsunoro dan Pride tak kunjung dapat melintasi selat tersebut.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sampai saat ini negosiasi masih terus dilakukan. Hal itu dilakukan secara intens oleh Kedutaan Besar Indonesia di Teheran bersama tim PT Pertamina (Persero).

"Mengenai negosiasi kapal Pertamina di Selat Hormuz. Tentu saja Kementerian Luar Negeri dalam hal ini Kedutaan Besar kita di Teheran juga terus melakukan pembicaraan. Kemudian bersama juga dengan tim dari Pertamina terkait dengan izin lewat dari kapal-kapal kita yang ada di Selat Hormuz," ujar Sugiono di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya negosiasi menjadi alot karena internal pemerintahan Iran yang juga sedikit bermasalah. Seringkali keputusan di lingkup pemerintah tidak bisa serta merta diimplementasikan di lapangan.



"Permasalahannya menjadi semakin kompleks dengan situasi internal yang terjadi di Iran sendiri. Karena kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa," ungkap Sugiono.

Sugiono juga menyinggung soal adanya perkembangan blokade Selat Hormuz hingga beberapa syarat agar kapal bisa lewat yang perlu dinegosiasikan oleh pemerintah Indonesia.

"Kemudian tentu saja ada perkembangan lagi tentang blokade Hormuz. Kemudian juga ada beberapa perkembangan terkait dengan syarat-syarat dari kapal boleh lewat dan sebagainya dan sebagainya, yang itu masih menjadi hal-hal yang kita negosiasikan dan kita bicarakan," sebut Sugiono.

Pasokan BBM Cukup

Sugiono menyatakan stok energi Indonesia sampai saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, meskipun ada kapal tanker milik Pertamina yang hingga kini belum bisa melewati Selat Hormuz. Kapal yang terjebak itu tak membuat pasokan energi ke tanah air berkurang.

Dia mengungk...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda