Rupiah Tiarap di Hadapan Dolar AS

24/04/2026 10:00
Gambar
Nilai tukar rupiah dalam tren melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan itu membawa mata uang Paman Sam berhasil tembus level Rp 17.300-an/US$.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (23/4/2025), sekitar pukul 09.35 WIB dolar AS sempat bergerak menguat ke level Rp 17.310. Meski demikian, pada akhir perdagangan ditutup di level Rp 17.286.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional.

"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%," kata Destry dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).



BI mengaku akan terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah.

"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder," jelas Destry.

Cadangan devisa dinilai tetap kuat sebesar US$ 148,2 miliar pada akhir Maret 2026. BI memastikan akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," imbuhnya.

Peneliti senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena permasalahan struktural dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan instrumen moneter. Dalam kondisi ini BI dinilai serba salah.

"Menurut saya dari yang ada, memang BI serba salah karena ini dia sudah berusaha melakukan intervensi terhadap rupiah," kata Deni kepada detikcom. Dari sisi kebijakan, BI dianggap sudah berada di jalur yang tepat dengan triple intervention dan menjaga stabilita...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda