Menperin Akui Risiko Badai PHK Sudah di Depan Mata
05/05/2026 14:38
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui sektor manufaktur Indonesia tengah mengalami berbagai tekanan seiring berlangsungnya konflik di Timur Tengah, yang berpotensi menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
"Kita ini sekarang dalam kondisi yang memang harus diberi perhatian, dan yang menghadapi kondisi ini bukan hanya Indonesia," kata Agus kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, saat ini sektor manufaktur dalam negeri sedang menghadapi berbagai tekanan, mulai dari rantai pasok, harga bahan baku produksi, hingga pelemahan pasar. Namun, ia meyakini kondisi ini hanya bersifat sementara, mengingat mayoritas tekanan berasal dari faktor global.
"Tekanan terhadap market, ada tekanan terhadap bahan baku. Itu memang dihadapi oleh semua negara, semua pihak, dan saya yakin ini sifatnya sementara. Saya yakin," jelasnya.
Agus percaya industri dalam negeri mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global saat ini. Sebab, menurutnya, kondisi seperti ini bukanlah kali pertama sektor manufaktur mengalami tekanan.
"Saya tetap percaya dengan resiliensi sektor manufaktur. Kita sudah berkali-kali mengalami krisis dengan magnitude yang luar biasa, terakhir COVID-19, di mana teman-teman manufaktur bisa menunjukkan resiliensinya," tegas Agus.
Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan adanya potensi PHK massal dalam tiga bulan ke depan imbas pecahnya konflik di Timur Tengah. Informasi ini didapat dari para buruh di lapangan.
Serikat pekerja disebut sudah diajak berdiskusi oleh perwakilan perusahaan terkait potensi pengurangan tenaga kerja. Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, ancaman PHK paling terasa di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), termasuk benang, kain, hingga polyester.
"Tapi realitanya, laporan dari anggota KSPI, bukan orang lain, serikat pekerja di perusahaan, terutama di sektor industri TPT, tekstil dan produk turunannya. Bena...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda