Meski Tak Pakai Dolar AS, Warga Desa Tetap Jadi Korban Rupiah Keok

18/05/2026 07:00
Gambar
Sejumlah ekonom menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini sedang melemah. Prabowo menyebut, masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam bertransaksi.

Sebagaimana diketahui, dolar AS telah menembus Rp 17.600. Angka ini jauh dari APBN 2026 yakni Rp 16.500.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, mengatakan meskipun masyarakat desa tak menggunakan dolar AS untuk transaksi, tapi dampak pelemahan rupiah tetap akan menjalar hingga ke desa. Sebab, ekonomi Indonesia sudah semakin terintegrasi dengan sistem global di mana banyak kebutuhan masyarakat desa yang terkait dengan barang impor.

Barang-barang tersebut mulai dari LPG, pupuk, kendaraan bermotor, hingga barang elektronik.



"Jangan dikira pelemahan nilai rupiah terhadap dolar yang sudah Rp 17.600 itu tidak akan menjalar ke biaya hidup yang naik di level desa," ujarnya saat dihubungi detikcom, Minggu (17/5/2026).

"Emangnya orang desa nggak pakai barang-barang impor. Mulai dari handphonenya, kendaraan bermotor, komponen elektroniknya, mesin cucinya itu semua akan terpengaruh. Pupuknya pun juga akan terpengaruh harganya yang ada di sentra sentra pertanian kalau rupiahnya makin melemah," sambungnya.

Bhima mengatakan, pemerintah seharusnya mulai menyiapkan skenario mitigasi, bukan justru terkesan menantang situasi tanpa persiapan.

"Di Indonesia ini seolah justru menantang, tapi tanpa persiapan. Saya kira sikap dan komunikasi seperti ini sangat sangat membahayakan karena masyarakat seolah dibuat tenang tapi tidak siap dengan sudden shock. Pemimpin di negara lain justru menyiapkan skenario terburuk karena efek perang masih panjang," katanya.

Ia mengingatkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS sudah mencapai sekitar 7% dalam satu tahun terakhir. Menurutnya kondisi itu menjadi alarm yang perlu dicermati serius karena bisa berdampak terhadap investasi dan ketenagakerjaan.

"Itu semua tinggal menunggu wa...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda