Amukan Dolar AS Sudah Terasa Sampai ke Pasar Senen, Ini Buktinya
18/05/2026 14:00
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan, bahkan sempat mencetak rekor terendah sepanjang sejarah di level Rp 17.600. Namun, pelemahan rupiah bukan hanya berdampak pada kurs dan pasar keuangan, tetapi juga merembet ke harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional.
Sebagai contoh, para pedagang daging sapi segar di Pasar Senen kini menghadapi tantangan kenaikan harga yang dipengaruhi nilai tukar dolar. Pasalnya, hingga saat ini pasokan daging sapi lokal masih bergantung pada impor sapi potong.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Senen, Fahmi, mengatakan sebagian besar sapi potong didatangkan dari Australia alias impor. Namun, karena sudah dibesarkan atau dipelihara selama satu hingga dua bulan di Indonesia, daging yang dihasilkan tetap disebut sebagai daging "lokal".
"Kalau sapinya mau lokal atau impor sama saja. Soalnya sapi potongnya kebanyakan dari Australia, digedein satu dua bulan di sini, cuma kita sudah sebutnya lokal. Daging baru lah, potong baru," ujarnya saat ditemui detikcom, Senin (18/5/2026).
Ia mengatakan, imbas kenaikan nilai dolar terhadap rupiah membuat harga daging sapi kerap mengalami perubahan signifikan secara mendadak. Padahal, pedagang di pasar hanya menyesuaikan harga berdasarkan biaya pembelian sapi dari pemasok.
"Jadi harga daging naik karena dari impornya naik kan, dolar naik katanya. Jadi mungkin pengaruhnya dari sana. Kalau dolar naik, harga ikut naik, soalnya beli sapinya juga sudah naik. Katanya sih begitu, saya kurang tahu detailnya, tapi dari rumah potong bilang begitu, dari impornya memang naik gara-gara itu," jelas Fahmi.
Akibatnya, harga daging sapi di pasar saat ini masih cukup tinggi, yakni di kisaran Rp 150 ribu per kilogram, dari harga normal sekitar Rp 130 ribu per kilogram. Begitu juga dengan daging impor beku yang biasanya berada di kisaran Rp 110 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 120.000-Rp 130.000 per kilogram.
"Kalau daging lokal rata-rata Rp 150 ribu per...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda