Jurus RI Tak Kecanduan Dolar AS yang Sempat Tembus Rp 17.900

31/05/2026 09:30
Gambar
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki strategi fiskal, terutama dari sisi pembiayaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Strategi tersebut diarahkan melalui penerbitan surat utang dengan mata uang non-USD.

Sebagaimana diketahui, dolar AS sempat menyentuh angka Rp 17.900 pada Jumat (29/5) lalu.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menerangkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang tarif hingga kondisi geopolitik, perekonomian Indonesia terbukti memiliki daya tahan yang cukup kuat untuk meredam rambatan risiko global tersebut. Ketangguhan ini didukung oleh bauran energi nasional yang berjalan baik serta eksekusi strategi fiskal yang pruden.



"Kita menghasilkan minyak, gas, biodiesel, bioenergi, batubara. Jadi energi mix kita lebih baik sehingga kita masih mempunyai daya tahan yang baik terhadap harga minyak yang meroket di global," kata dalam Kuliah Umum di Institut Pertanian Bogor, dikutip dari laman Kemenkeu, Minggu (31/5/2026).

Dari sisi fiskal, Juda memaparkan tiga strategi yang secara konsisten diterapkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga disiplin fiskal dan stabilitas makroekonomi.

Pertama, pengendalian belanja negara. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dan menjaga inflasi dengan mempertahankan harga BBM bersubsidi melalui kenaikan pengeluaran subsidi. Program Makan Bergizi Gratis juga diefisiensikan dengan pengurangan di Hari Sabtu. Di saat yang sama, belanja negara difokuskan pada sektor produktif untuk mendorong pertumbuhan, memacu produksi, dan menciptakan lapangan kerja baru.

"Itu dari sisi pengeluaran yang kita bisa melakukan pengendalian. Istilahnya refocusing. Kita akan fokus pada pengeluaran yang mendorong demand, yang mendorong supply, mendorong produksi, dan juga mendorong menciptakan kata pekerjaan," jelasnya.

Strategi fiskal yang kedua melalui optimalisasi penerimaan negara. Momentum kenaikan harga...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda