Bank Mandiri Taspen Pecat Pegawai Terduga Pelaku Penipuan Investasi

06/06/2026 14:00
Gambar
PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) memberhentikan secara tidak hormat oknum pegawai yang telah melakukan tindak penipuan berkedok investasi. Sanksi tegas ini diambil menyusul kasus penipuan yang melibatkan pegawai Bank Mantap Cabang Purwokerto, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Corporate Secretary Bank Mantap, Tulus P. Hutabarat, menegaskan perusahaan akan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Perusahaan juga tidak mentolerir tindakan yang bertentangan dengan integritas dan nilai-nilai tata kelola Perusahaan yang baik.

"Bank Mandiri Taspen telah mengambil tindakan tegas berupa sanksi pemberhentian dengan tidak hormat kepada oknum mantan pegawai yang telah melakukan tindakan penipuan berkedok investasi yang bukan merupakan produk Bank. Bank Mandiri Taspen menyerahkan proses penindakan pelaku kepada aparat penegak hukum yang berwenang," ungkap Tulus dalam keterangannya kepada detikcom, Sabtu (6/6/2026).



Berdasarkan hasil investigasi internal, Tulus mengatakan penipuan berkedok investasi ini merupakan inisiatif pribadi pelaku. Penipuan bermodus menawarkan investasi ilegal dengan dokumen yang telah disiapkan pelaku untuk mengelabui nasabah pensiunan.

Tulus menghimbau nasabah untuk memastikan setiap transaksi dan penempatan dana dilakukan melalui produk, layanan, serta mekanisme resmi bank. Ia juga menegaskan, Bank Mantap tidak memiliki produk investasi sebagaimana yang beredar dalam pemberitaan.

"Sebagai pihak yang menjadi korban dan turut dirugikan dalam kasus ini, Bank Mandiri Taspen memastikan kasus ini ditangani secara tuntas, transparan, dan sepenuhnya sejalan dengan koridor hukum yang berlaku. Bank Mandiri Taspen akan terus hadir mendampingi nasabah terdampak hingga seluruh proses ini selesai," pungkasnya.



Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan pemanggilan terhadap direksi Bank Mantap menyusul pengaduan yang dilakukan korban penipuan berkedok investasi di Purwokerto. Kasus ini juga terindikasi memakan banyak korban lanta...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda