Biang Kerok 3.100 Kontainer Numpuk di Pelabuhan Tanjung Priok

07/06/2026 07:30
Gambar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turun langsung mengecek laporan soal tertahannya ribuan kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dilaporkan ada 3.000 dokumen terkait dengan 3.100 kontainer yang tertahan di kawasan tersebut.

Persoalan ini dikeluhkan pengusaha karena berpotensi mengganggu pasokan bahan baku industri. Purbaya bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama mendatangi PT Graha selaku perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan fasilitas Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT).

"Jadi, saya ke sini hari ini untuk mengetahui dan menindaklanjuti informasi yang saya dapatkan mungkin beberapa hari lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Suratnya sampai 3.000 surat, dan itu berkaitan dengan kontainer sebanyak 3.100. Sebagian pengusaha sudah mengeluh ada gangguan suplai barang bahan baku dan sudah menaikkan dwelling time," kata Purbaya di Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).



Purbaya mengungkapkan, saat ini sudah ada perbaikan yang dilakukan. Jumlah dokumen yang menumpuk disebut sudah berkurang dari sekitar 3.000 menjadi 2.500. Namun, ia meminta proses percepatan terus dilakukan hingga jumlah antrean kembali ke level normal.

"Tadi saya tanya masalahnya apa, ada beberapa masalah. Pertama, peningkatan jumlah barang masuk sehingga prosesnya lambat di sini. Kalau masalahnya itu saya minta untuk tambah personel lagi, jadi mereka harus kerja 24/7 sampai nanti jumlahnya turun sekitar 500 yang ada di sini," jelas Purbaya.

Menurut Purbaya, penumpukan kontainer diduga terjadi karena lonjakan impor pada April 2026. Meski menilai hal ini baik, Purbaya pemerintah harus memastikan peningkatan arus barang tidak berubah menjadi hambatan logistik.

"Katanya begitu, impor yang tinggi di bulan April. Jadi, kalau itu sih bagus tapi kita harus siap nggak boleh barangnya menumpuk sebanyak ini, kita maintain di level yang normal. Kalau kurang orang saya akan nambah orang disini, kalau kurang di Jakarta saya impor dari Surabaya, Medan, a...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda