Pengusaha Ngeluh Dampak Pelemahan Rupiah Makin Terasa

10/06/2026 22:00
Gambar
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin terasa terhadap sektor manufaktur.

Shinta menjelaskan sektor manufaktur menjadi salah satu yang paling sensitif terhadap pelemahan rupiah karena struktur produksi nasional masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap bahan baku dan barang antara impor.

Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya pembelian bahan baku impor otomatis meningkat dan langsung memengaruhi biaya produksi perusahaan. Pelemahan rupiah membuat dolar AS sempat diperdagangkan di level Rp 18.000 meskipun kini sudah turun ke Rp 17.944.

"Tekanan terhadap rupiah ini juga sudah terjadi secara bertahap sejak awal tahun, sehingga dampaknya terhadap sektor riil kini semakin terasa. Bagi industri manufaktur, pelemahan rupiah menjadi sangat sensitif karena struktur produksi nasional masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap bahan baku dan barang antara impor, sekitar 70%," kata Shinta saat dihubungi detikcom, Rabu (10/6/2026).



Menurutnya, tekanan yang dihadapi industri saat ini tidak hanya berasal dari nilai tukar. Pelaku usaha juga harus menghadapi tingginya biaya logistik, energi, dan pembiayaan yang masih menjadi tantangan bagi dunia usaha.

"Kondisi ini juga terjadi di tengah biaya logistik, energi, dan pembiayaan yang masih relatif tinggi. Jadi, yang dihadapi pelaku usaha saat ini bukan hanya tekanan nilai tukar, tetapi tekanan biaya berlapis atau externally driven cost pressure," tambah Shinta.

Kondisi tersebut membuat perusahaan menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi biaya produksi meningkat, namun di sisi lain ruang untuk menaikkan harga jual produk cukup terbatas karena daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya pulih dan persaingan pasar masih ketat.

Shinta mengatakan dampak pelemahan rupiah tidak dirasakan secara merata oleh seluruh sektor industri. Perusahaan yang memiliki kandungan bahan baku lokal lebih tinggi atau memiliki pasar ...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda