Harga Asli Pertamax Rp 19.000, tapi Dipatok Pemerintah Jadi Rp 16.250
25/06/2026 15:30
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengungkap harga asli BBM nonsubsidi Pertamax. Ia mengatakan harga jual Pertamax seharusnya bisa mencapai Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per liter jika mengikuti harga pasar.
Namun, karena pemerintah melakukan intervensi, sehingga Pertamina hanya menjualnya di level Rp 16.250 per liter.
"Saya tanya kepada kawan-kawan Pertamina. Itu RON 92 ketika tanggal 10 Juni, ya. Sebetulnya modal kalian berapa? Itu US$ 1,1 dolar per liter. Kalau kita Rupiahkan, artinya sekitar Rp 19.000 sampai Rp 20.000," jelas Bambang dalam acara CNBC Energy Forum, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
"Tetapi, pemerintah lewat Menteri ESDM mematok bahwa mereka hanya boleh jual Rp 16.250. di daerah misal daerah saya di Bangka. Artinya apa? Masyarakat harus tahu bahwa sebetulnya, untuk barang-barang nonsubsidi ini pun pemerintah intervensi. Barang ini tidak dibiarkan begitu saja," sambungnya.
Dengan kondisi seperti ini, Bambang mengatakan tidak semua SPBU swasta untuk menjual dengan harga yang ada saat ini. Bahkan kata Bambang, ada SPBU swasta yang memilih untuk tidak jualan terlebih dahulu.
"Saya terbuka aja deh, misalkan kawan-kawan SPBU swasta lainnya. Apakah mereka mau jual dengan harga seperti sekarang? Kan belum mau. Jadi lebih baik ya begini aja dulu, kan seperti itu. Ada yang mungkin belum jualan dulu, kan begitu," kata Bambang.
Sebagaimana diketahui, pada 10 Juni 2026, Pertamina menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter. Selain itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga naik dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter.
Di sisi lain harga BBM bersubsidi tetap. Harga Pertalite tetap Rp 10.000/liter dan Biosolar tetap Rp. 6.800/liter....
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda