Istana Sebut 2 Raksasa Otomotif Jepang Tunda Rencana Cabut dari RI

26/06/2026 15:00
Gambar
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan dua raksasa otomotif asal Jepang yang memiliki pabrik di Jawa Timur menunda rencana hengkang dari Indonesia. Dua perusahaan itu sebelumnya disebut mau cabut ke Vietnam untuk mendapatkan ekosistem industri pengembangan mobil listrik yang lebih baik.

Pria yang kini juga memimpin Satgas Mitigasi PHK mengungkapkan beberapa pemangku kepentingan sudah terjun ke lapangan untuk menindaklanjuti masalah ini.

"Alhamdulillah tadi dilaporkan oleh teman-teman di yang memang turun ke lapangan bahwa rencana perpindahan itu untuk sementara bisa ditunda, artinya tidak terjadi perpindahan ke Vietnam," beber Prasetyo usai rapat di DPR, Jumat (26/6/2026).



Menurutnya, masalah ini juga menjadi salah satu tugas pokok dari Satgas Mitigasi PHK. Pihaknya akan mendeteksi sedini mungkin permasalahan yang memicu PHK dan mencari jalan keluarnya.

"Ini lah yang salah satu tugas dari tim Satgas Mitigasi ya, berusaha, berusaha untuk sedini mungkin melakukan deteksi, sedini mungkin melakukan mitigasi dan mencari jalan keluar permasalahan-permasalahan yang timbul," kata Prasetyo.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan dua perusahaan industri komponen otomotif yang disebut-sebut akan merelokasi fasilitas produksinya dari Indonesia ke Vietnam masih beroperasi normal. Tidak ada rencana relokasi maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebut.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief usai Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) untuk menelusuri kebenaran isu tersebut.

"Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensitivitas isu ini bagi industri dan investas...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda