4 Fakta PT Gag Nikel yang Dituding Rusak Kawasan Raja Ampat
07/06/2025 06:32
Aktivitas tambang nikel PT Gag Nikel, di Raja Ampat, Kabupaten Papua Barat Daya, menjadi sorotan tajam publik.
Pasalnya, PT Gag Nikel dituding merusak ekosistem Raja Ampat, yang merupakan destinasi wisata.
Berikut fakta-fakta seputar PT Gag Nikel yang dituding merusak ekosistem Raja Ampat:
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghentikan sementara operasi PT GAG Nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Bahlil juga akan meninjau langsung aktivitas pertambangan PT Gag Nikel untuk memastikan tidak ada pelanggaran aturan lingkungan maupun kearifan lokal Papua Barat Daya. Hasil verifikasi lapangan akan diumumkan kepada publik setelah tim menyelesaikan investigasi.
"Agar tidak terjadi kesimpangsiuran maka kami sudah memutuskan lewat Ditjen Minerba untuk status daripada Kontrak Karya (KK) PT GAG yang sekarang lagi mengelola untuk sementara kita hentikan operasinya sampai dengan verifikasi lapangan, kita akan cek," ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (6/6/2025).
Mengutip situs PT Gag Nikel, awalnya kepemilikan saham mayoritas PT Gag Nikel dimiliki oleh Asia Pacific Nickel Pty. Ltd. (APN Pty. Ltd) sebesar 75% dan PT. Antam Tbk. sebesar 25%.
Sejak 2008 Antam mengakuisisi semua saham Asia Pacific Nickel. Alhasil, sejak 2008, PT Gag Nickel sepenuhnya dikendalikan Antam
Bahlil menjelaskan, IUP PT Gag Nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, terbit jauh sebelum ia menjabat sebagai menteri.
PT GAG Nikel sendiri menjadi pemegang Kontrak Karya Generasi VII No. B53/Pres/I/1998, resmi berdiri pada 19 Januari 1998 setelah disetujui pemerintah.
"Saat izin usaha pertambangan dikeluarkan, saya masih Ketua Umum HIPMI Indonesia, Ketua Umum BPP HIPMI dan belum masuk di Kabinet. Karena itu untuk memahami kondisi sebenarnya kita harus cross check ke lapangan guna mengetahui kondisi sebenarnya secara obyektif," jelas Gibran saat jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/6).
Bahlil menepis tudingan aktivitas pertam...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda