Prabowo: Pertumbuhan Kita 5% Terus, Tapi Belum Berhasil Menetes ke Bawah
21/06/2025 11:02
Presiden Prabowo Subianto mengatakan ekonomi Indonesia belum bisa tumbuh secara merata. Menurutnya, selama ini hanya segelintir orang saja yang kaya raya dan menikmati hasil sumber daya yang ada di Indonesia. Hal ini dipaparkan Prabowo dalam pidatonya di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025. Dia berada satu panggung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato.
Prabowo mengungkapkan ekonomi yang tidak merata bukan hanya dirasakan Indonesia, namun beberapa negara di Asia Tenggara. Menurut pengalamannya, salah satu kesalahan besar banyak negara di Asia Tenggara adalah selama ini cenderung selalu mengikuti kekuatan terbesar dan terkuat di dunia.
Hal itu membuat dominasi filsafat pasar bebas klasik, yang cenderung mengedepankan prinsip laissez faire atau campur tangan minimal pemerintah untuk kegiatan ekonomi, membuat banyak ekonomi negara Asia Tenggara tumbuh tak merata. Indonesia diakui Prabowo menjadi salah satunya. Sejak dahulu banyak elit Indonesia yang diam-diam mengikuti filosofi ekonomi semacam ini.
"Dalam 30 tahun terakhir, kita melihat dominasi filsafat pasar bebas klasik kapitalis, neoliberal, yang pada dasarnya cenderung laissez faire. Dan elit Indonesia mengikuti filsafat ini, dan karena itu, menurut saya, kita belum berhasil menciptakan pemerataan yang setara bagi semua orang kita," beber Prabowo dalam pidato yang disiarkan virtual, Sabtu (21/6/2025).
Prabowo memaparkan selama ini, Indonesia berhasil tumbuh ekonominya secara konsisten di atas 5%, hal ini terjadi setidaknya selama 7 tahun ke belakang. Namun, di tengah pertumbuhan cepat ekonomi, yang bisa merasakan dengan baik hanya segelintir orang saja. Prinsip kekayaan negara menetes ke bawah tak berjalan, yang menjadi kaya tak sampai 1% dari total penduduk.
"Ada pertumbuhan yang sangat besar. Kita telah tumbuh 5% terus-menerus, terutama tujuh tahun terakhir. Ya, 35% dalam tujuh tahun. Tetapi kita belum berhasil memiliki apa yang disebut efek tetesan ke bawah. Kekayaan teta...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda