5 Biang Kerok Harga Ayam Anjlok
24/06/2025 09:32
Harga harga ayam hidup (live bird) di peternak anjlok. Ada lima penyebab yang diungkapkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri.
Saat ini harga ayam hidup secara rata-rata nasional Rp 18.375/kilogram (kg), kemudian harga ayam hidup di Pulau Jawa juga anjlok ke level Rp 18.000/kg. Angka tersebut masih jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditentukan pemerintah Rp 25.000/kg.
"Harga live bird mengalami kenaikan nasional 5,7%, maupun harga di naik Pulau Jawa 11%. Namun demikian harga masih di bawah harga acuan sekitar 26,5% lebih rendah secara nasional," kata Satgas Pangan Polri Indra Gunawan, dalam rapat inflasi dikutip dari YouTube Kemendagri, Senin (23/6/2025).
Untuk mengatasi masalah tersebut, Satgas Pangan melakukan pengecekan di lapangan. Ada sejumlah temuan, pertama, harga pembelian ayam hidup tidak mengacu pada HAP, tetapi ditentukan secara informal oleh peternak dengan melihat dinamika pasar harian.
Kedua, harga pembelian ayam hidup ditentukan dengan kesepakatan antar pelaku usaha dengan mempertimbangkan stok internal dan arus kas pelaku usaha.
"Kemudian (ketiga) penawaran penjual menjadi faktor dominan realisasi harga transaksi. (Keempat) HPP kerap tidak menjadi patokan penjualan oleh pelaku usaha, harga cenderung ditentukan penawaran harga broker," ungkap Indra.
Kelima, saat harga ayam hidup rendah, perusahaan cenderung menjual live bird di bawah acuan untuk mempercepat panen dan mengurangi kerugian. Kondisi ini disebut panic selling.
"Saat ini harga rata rata live bird masih terpantau rendah dan belum ada kenaikan yang signifikan dari beberapa bulan lalu. Rekomendasi, perlunya peningkatan kualitas produksi live bird dan turunannya untuk membuka peluang ekspor," pungkasnya.
Dalam Panel Harga Pangan Nasional, harga ayam hidup untuk pedaging rata-rata nasional memang di bawah HAP yakni Rp 20.142/kg. Sementara HAP yang ditentukan pemerintah Rp 25.000/kg.
Terdapat lima daerah dengan harga ayam hidup terendah yakni Sumatera Selatan Rp 18.222/kg...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda