Deal! AS-China Sepakati Kerja Sama Ekspor Tanah Jarang

27/06/2025 18:32
Gambar
Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan China. Hal ini salah satunya menyangkut cara mempercepat pengiriman mineral langka atau mineral tanah jarang dari China ke AS.

Dilansir dari Reuters, Jumat (27/6/2025), persoalan kesepakatan tersebut disampaikan seorang pejabat Gedung Putih pada Kamis kemarin, di tengah upaya untuk mengakhiri perang dagang antara ekonomi terbesar di dunia itu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan, Amerika Serikat telah menandatangani kesepakatan dengan China pada hari Rabu. Namun Trump tak memberikan rincian tambahan apakah mungkin akan ada kesepakatan terpisah bersama India.

Selama pembicaraan perdagangan AS-China pada bulan Mei di Jenewa, Beijing berkomitmen untuk menghapus tindakan balasan non-tarif yang dikenakan terhadap Amerika Serikat sejak 2 April. Akan tetapi, tidak jelas bagaimana beberapa tindakan tersebut akan ditarik kembali.

Sebagai bagian dari pembalasannya terhadap tarif baru AS, China menangguhkan ekspor berbagai mineral kritis dan magnet. Hal ini mengacaukan rantai pasokan yang penting bagi produsen mobil, produsen kedirgantaraan, perusahaan semikonduktor, dan kontraktor militer di seluruh dunia.

"Pemerintah dan China sepakat untuk melakukan kesepahaman tambahan untuk kerangka kerja guna mengimplementasikan perjanjian Jenewa," kata seorang pejabat Gedung Putih pada hari Kamis.

Pejabat tersebut bilang, kesepakatan tersebut adalah tentang bagaimana dapat mengimplementasikan percepatan pengiriman tanah jarang ke AS lagi. Seorang pejabat lainnya menambahkan, perjanjian AS-China telah terjadi sejak awal minggu ini.

Hal ini didukung dengan pernyataan Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick yang sebelumnya pernah menyebut kalau China akan mengirimkan mineral tanah jarang kepada AS.

"Mereka akan mengirimkan tanah jarang kepada kami. (Dan begitu mereka melakukannya), kami akan mencabut tindakan balasan kami," Ujar Lutnick.

Pada hari Jumat, Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa kedua n...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda