Menuju Zero ODOL 2026, Pemerintah Siapkan 9 Langkah Strategis

27/06/2025 21:31
Gambar
Pemerintah menyiapkan sembilan langkah konkret menuju penerapan Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) pada 2026. Namun, pelaku usaha dan akademisi menilai strategi penanganan ODOL harus menyeluruh agar tidak memicu lonjakan biaya logistik dan distribusi barang.

"Penanganan ODOL harus dilakukan secara holistik, melibatkan berbagai pihak dengan asas kooperatif, berkeadilan, dan efektif," ujar Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Edi Susilo, dalam FGD di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dikutip, Jumat (27/6/2025).

Edi menjelaskan, pemerintah tengah mempersiapkan sembilan rencana aksi. Di antaranya integrasi sistem digital untuk pemetaan angkutan barang, pengawasan dan penghapusan pungli di sektor transportasi, pemberian insentif-disinsentif untuk industri, serta pembentukan Komite Percepatan Pengembangan Konektivitas Nasional (KP2KN).

Namun ia mengakui, implementasi Zero ODOL bukan tanpa tantangan. "Pemerintah menyadari kebijakan ini akan meningkatkan biaya distribusi dan harga barang. Karena itu, perlu roadmap untuk menjaga kelancaran logistik," tambahnya.

Di sisi lain, pelaku industri menyoroti potensi lonjakan biaya logistik hingga 40 persen jika kebijakan Zero ODOL diterapkan tanpa kesiapan infrastruktur dan regulasi.

"Harus ada investasi truk baru, SDM, maintenance, hingga biaya tol. Itu membuat biaya logistik bisa naik 40 persen dan sifatnya menetap," kata Ketua Umum Aspadin, Rachmat Hidayat.

Pengurus APINDO, Asep Setiaharja, mengingatkan pentingnya prasyarat sebelum aturan diberlakukan. "Kalau regulasi sudah ditetapkan tapi infrastruktur belum siap, pelaku usaha yang akan kesulitan. Kami butuh solusi menyeluruh, bukan hanya penindakan," tegasnya.

Senada, Wakil Ketua Umum GAPMMI Astri Wahyuni menilai penegakan hukum sebaiknya bukan menjadi langkah awal. "Kami mendorong pendekatan awal berupa pembinaan. Jangan langsung sanksi, karena dampaknya luas terhadap rantai pasok," ungkap Astri.

Direktur Pene...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda