Apakah Pekerja Menengah Bisa 'Naik Kasta' Jadi Orang Kaya?

30/05/2025 18:02
Gambar
Di tengah situasi ekonomi yang semakin sulit dan penuh tantangan ini, mungkin tak sedikit pekerja kelas menengah dengan gaji pas-pasan yang merasa sulit untuk 'naik kasta' menjadi orang kaya. Apalagi tak jarang usai menghabiskan waktu dari pagi hingga petang untuk mencari uang, jumlah dana di tabungan masih segitu-segitu saja.

Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, mengatakan salah satu tolak ukur 'naik kelas' menjadi orang kaya adalah dengan peningkatan kepentingan aset. Namun untuk bisa menaikkan jumlah aset yang dimiliki tentu yang bersangkutan harus terlebih dahulu menaikkan jumlah pendapatan.

"Punya penghasilan lebih besar pasti tergantung dari kitanya sendiri. Kalau misalnya kita kerja, kita biasanya untuk bisa naik gaji atau naik jabatannya apa sih? Yang pasti kita nambah ilmu, nambah sertifikasi, atau nambah pengetahuan supaya bisa naik jabatan gitu ya," kata Tejasari kepada detikcom, Jumat (30/5/2025).

"Atau kalau banyak orang yang lakuin di zaman sekarang tuh pindah-pindah kerja. Karena setiap pindah kan mereka naik tuh gajinya. Jadi berapa tahun sekali mereka pindah kerja untuk bisa dapat lompatan penghasilan gitu," sambungnya.

Namun jika yang bersangkutan sulit untuk meningkatkan pendapatan dari pekerjaan utama yang saat ini dilakukan, menurut Tejasari yang bersangkutan bisa mencari sumber penghasilan lain di luar pekerjaan. Misalkan saja membuka usaha sampingan hingga coba untuk berinvestasi.

"Penghasilan tambahan itu bisa dicari dengan penghasilan tambahan lainnya. Nah, penghasilan tambahan lainnya kan pasti macam-macam tuh. Apakah kita kerja part-time, ataukah kita punya bisnis, ataukah kita punya investasi yang bisa menghasilkan," paparnya.

Setelah menaikkan jumlah penghasilan, barulah dari dana tambahan tersebut para pekerja kelas menengah bisa menambah kepemilikan aset agar bisa jadi orang kaya. Dalam kondisi ini Tejasari menekankan bagaimana dana tambahan yang dimiliki dapat digunakan secara produktif, bukan hanya sekadar unt...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda