Kok Bisa Harga Beras Naik Terus Saat Stoknya Berlimpah?

01/07/2025 09:01
Gambar
Harga beras mengalami kenaikan di 163 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kenaikan harga beras paling dirasakan di zona 3 (Maluku-Papua) yang bisa mencapai angka Rp 54.000/kg.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan beras merupakan salah satu komoditas pangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah karena harga beras saat ini masih dalam kondisi tinggi. Amalia menyebut beras saat ini mengalami kenaikan harga 163 kabupaten/kota di minggu keempat Juni 2025.

Dalam sebulan terakhir, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga beras terus meningkat. Minggu pertama pada Juni 2025, hanya 119 daerah yang mengalami kenaikan harga. Kemudian, jumlahnya makin naik menjadi 133 daerah di minggu kedua Juni 2024. Lalu, minggu ketiga bulan Juni 2025, ada 154 daerah yang mengalami kenaikan harga beras.

"Yang perlu kita perhatikan adalah komoditas-komoditas yang mengalami level harga yang saat ini masih dalam kondisi tinggi. Ada dua yang perlu menjadi perhatian, yaitu beras dan minyak goreng," kata Amalia dalam rapat inflasi dikutip dari Youtube Kemendagri, Senin (30/6/2025).

Secara umum, rata-rata harga beras di zona 1 mengalami kenaikan 1,32% dibandingkan dengan periode yang sama Mei 2025. Rata-rata harga beras di zona 1 mencapai Rp 14.211/kg.

Kemudian untuk beras zona 2 mengalami kenaikan sebesar 0,48% dibandingkan dengan periode yang sama Mei 2025. Saat ini rata-rata harga beras di zona 2 mencapai Rp 15.293/kg.

Harga beras di zona 3 pada minggu keempat Juni mengalami kenaikan 0,82% dibandingkan dengan bulan sebelumnya dalam periode yang sama. Rata-rata harga beras di zona 3 sebesar Rp 19.798/kg.

Penyebab Harga Beras Naik, Meski Stok Melimpah

Harga beras yang terus merangkak naik ini terjadi di tengah stok cadangan beras pemerintah melimpah. Stok beras di gudang Perum Bulog saat ini mencapai 4,2 juta ton. Kemudian penyerapan dari hasil panen petani oleh Bulog sebesar 2,6 juta ton setara beras.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pangan Nasi...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda