Kenapa Banyak SPBU Curang? Ini Modus dan Sanksinya
02/07/2025 10:02
Kasus kecurangan di stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beberapa kali terjadi. Berbagai modus curang dilakukan mulai dari mengurangi volume takaran BBM hingga pengoplosan.
Bisa dikatakan, vanyak SPBU yang curang karena adanya motif untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Walaupun praktik seperti ini tentu mengakibatkan kerugian pada masyarakat yang tidak menyadari telah ditipu saat mengisi bahan bakar.
Secara umum, modus yang digunakan oknum SPBU curang adalah mengurangi volume BBM yang dibeli dengan berbagai cara atau mengoplos bahan bakar minyak dengan bahan lain.
Modus kecurangan yang sering dilakukan oknum SPBU nakal adalah mengurangi volume BBM dengan cara memanipulasi mesin dispenser. Sehingga volume BBM yang keluar lebih sedikit dari yang dibayar konsumen.
Sebagai contoh, dalam catatan detikcom Pertamina menyegel tiga dispenser BBM pada SPBU di Rest Area KM 42 B Jakarta-Cikampek di Teluk Jambe Barat, Karawang, Jawa Barat. Penyegelan ini dilakukan karena ditemukan alat tambahan untuk mencurangi meteran pengisian BBM pada 3 dispenser.
Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengungkap modus yang dilakukan oleh oknum SPBU mencurangi meteran pengisian BBM. Salah satunya dengan memanfaatkan sistem digital untuk memanipulasi meteran.
"Kalau yang di sini kan ada semacam switch jumper yang di dalam sistem digitalnya, jadi bukan di area mekanikalnya," kata dia, Sabtu (23/3/2024) lalu.
Modus kecurangan lain yang paling banyak ditemui adalah BBM dicampur bahan lain untuk mengurangi biaya produksi. Namun tentu penambahan ini akan membuat kualitas bahan bakar menurun.
Sebagai contoh ada praktek oplosan pertalite di SPBU Nagalan 12.201.135 di Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan, Medan, yang kini SPBU tersebut sudah dijatuhi sanksi penghentian operasi.
Wakapolrestabes Medan AKBP Taryono Raharja mengatakan praktek pengoplosan BBM jenis subsidi ini dilakukan selama satu tahun. Tersangka menggunakan tanki berlogo Pertamina...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda