Rumah Sakit Kapal PIS Beri Layanan Kesehatan di Wilayah Terluar RI
02/07/2025 10:32
PT Pertamina International Shipping (PIS) memberikan dukungan terhadap layanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) melalui Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II. Rumah sakit yang dikelola oleh Yayasan Dokter Peduli (doctorShare) ini memberikan layanan kesehatan gratis untuk masyarakat.
Rumah sakit kapal tersebut tengah beroperasi di Desa Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat. Distrik tersebut termasuk daerah 3 T di utara Raja Ampat. Distrik ini memiliki 9 desa atau kelurahan dengan jumlah penduduk 1.880 orang.
Layanan rumah sakit kapal juga menjangkau semua distrik di Kabupaten Raja Ampat. Di Raja Ampat terdapat tujuh distrik dengan jumlah penduduk masing-masing daerah 1.110 sampai 1.890 penduduk.
Penanggung Jawab Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, Rosa mengatakan setelah 3 minggu beroperasi, jumlah pasien yang telah ditangani rumah sakit mencapai 1.337 orang. Layanan kesehatan yang diberikan ini gratis, mulai dari pemeriksaan, hingga kebutuhan obat-obatan. Bahkan jika harus operasi besar bebas dari biaya.
"Selama 3 minggu pelayanan di sini terhitung sejak 10 Juni sampai dengan 28 Juni kemarin, total beneficiaries sebanyak 1.337, dengan kunjungan poli sebanyak 1.087, kemudian 39 tindakan bedah, 12 kunjungan IGD dan juga 198 peserta promosi kesehatan," ungkapnya di Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, Desa Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, dikutip Rabu, (2/7/2025).
Ia menjelaskan, rumah sakit kapal tersebut memiliki beberapa fasilitas yang tersedia antara lain ruang rawat inap dengan kapasitas 21 bed, ruang nifas, ruang bersalin, ruang operasi. Kemudian poli gigi, poli umum, poli spesialis, apotek, hingga lab radiologi.
"Serta fasilitas yang terbaru adalah fasilitas bank darah. Kemudian untuk jenis layanan yang kami sediakan, mulai dari pelayanan medis dasar sampai dengan spesialis. Untuk spesialis sendiri, utamanya adalah untuk 5 spesialis dasar, mulai dari obgyn, bedah, penyakit dalam, anak, anestesi. Kemudian untu...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda