Mau Genjot Ekonomi, Pemerintah Diminta Jaga Produk Lokal dari Serbuan Impor
01/06/2025 18:31
Arus impor yang tidak terkendali bisa jadi rintangan besar untuk mewujudkan target ambisius pemerintahan Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8%.
Ketua Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK-PII) Sripeni Inten Cahyani mengharapkan pemerintah untuk lebih serius dalam melindungi dan menghidupkan industri nasional, khususnya di sektor strategis seperti industri kimia dan petrokimia. Menurut Sripeni, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa dilepaskan dari kontribusi sektor industri hulu dan hilir yang kuat dan mandiri, khususnya industri kimia serta kemampuan komsumsi masyarakat.
Saat ini diperlukan kebijakan jangka pendek untuk melindungi industri yang sudah ada agar mampu bertahan dan tumbuh sehingga menghindarkan PHK karyawan yang akan berdampak pada menurunnya kemampuan konsumsi masyarakat.
"Diharapkan dukungan pemerintah agar industri eksisting mampu melakukan upgrade teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan sehingga meningkatkan daya saing produksinya secara global serta meningkatkan kapasitas produksinya," kata Sripeni dalam keterangannya, Minggu (1/6/2025).
Bahkan, tak jarang industri yang sudah berjalan justru dimatikan. Hal itu terjadi menurutnya banyak terjadi pada industri tekstil, padahal Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekosistem lengkap selain India dan China.
Sripeni menyoroti bahaya laten dari praktik impor yang dibiarkan tanpa kontrol. Masuknya barang-barang impor, terutama yang berasal dari jalur tidak resmi atau dengan harga dumping, menjadi ancaman serius bagi kelangsungan industri dalam negeri.
Menurutnya, rencana pemerintah untuk menaikkan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) untuk produk partially oriented yarn-drawn textured yarn (POY-DTY) adalah langkah tepat. Pihaknya mengusulkan agar kebijakan ini segera dilakukan.
"Pak Prabowo punya cita-cita mulia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dan swasembada nasional. Tapi itu tidak akan tercapai kalau industrinya tidak hidup...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda