Kawasan IKN Digoyang Isu Bisnis Esek-esek, Basuki Bantah Keras!

09/07/2025 07:01
Gambar
Proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diterpa isu bisnis esek-esek alias prostitusi. Kabarnya prostitusi ini sudah berjalan sejak dua tahun terakhir.

Selain itu, prostitusi dilakukan dengan beragam cara, dari yang menyediakan kamar sewa hingga transaksi melalui aplikasi pesan singkat. Berikut awal mula mencuat kabar Pekerja Seks Komersial (PSK) di IKN hingga dibantah keras Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.

Mengutip dari detikKalimantan, aktivitas prostitusi berkembang di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dalam dua tahun terakhir, ada sekitar 60-70 PSK yang terjaring razia di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Utara, Rakhmadi mengatakan, pihaknya telah memetakan lokasi aktivitas bisnis esek-esek tersebut.

Ia mengatakan, transaksi bisnis ini dilakukan dalam dua pola, pertama melalui aplikasi pesan singkat MiChat. Kedua, transaksi langsung di sejumlah lokasi.

"Ada dua pola. Pertama secara online, mayoritas menggunakan aplikasi MiChat. Kedua, offline di titik-titik yang sudah kami petakan," ujar Rakhmadi kepada dikutip dari detikKalimantan, Selasa (8/7/2025).

Rata-rata, PSK ini menjalankan praktik terlarang itu di guest house (GH) sekitar Kecamatan Sepaku. Terutama di Desa Sukaraja dan Desa Bumi Harapan yang berdekatan dengan kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengatakan kabar PSK di kawasan IKN kian ramai diberitakan sejumlah media. Menurutnya, kehadiran PSK ini tidak hanya menjatuhkan moral dan sosial, melainkan juga produktivitas kerja.

Tidak hanya itu, Khozin juga menyebut terdapat arena sabung ayam di kawasan IKN. Menurutnya, OIKN perlu diberi wewenang untuk menindak langsung praktik prostitusi dan sabung ayam, pasalnya saat ini payung hukum badan tersebut masih mengikuti Pemda dan Polres PPU.

"Mungkin dikasih semacam diskresi (kewenangan) tambahan gitu, Pak Bas (Kepala OIKN Basu...
🔗 Baca di sumber asli ← Kembali ke Beranda